Logo Bloomberg Technoz

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (13/2/2026).

  1. Bank Central Asia (BBCA) menekan 11,88 poin
  2. Telkom Indonesia (TLKM) menekan 11,61 poin
  3. Barito Renewables Energy (BREN) menekan 7,42 poin
  4. Amman Mineral Internasional (AMMN) menekan 6,85 poin
  5. Astra International (ASII) menekan 5,13 poin
  6. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 3,12 poin
  7. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menekan 3,07 poin
  8. Barito Pacific (BRPT) menekan 2,87 poin
  9. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 2,39 poin
  10. XLSmart (EXCL) menekan 1,97 poin

Saham–saham LQ45 yang berisikan emiten unggulan ikut tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ambles 5,94%, dan saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) dengan pelemahan 4,05%.

Tren bearish siang hari ini juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 3,12%, saham PT Hermina Tbk (HEAL) drop 2,62%. Dan juga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terpeleset 2,49%.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, investor cenderung berhati–hati menjelang libur long weekend. Mayoritas Bursa Asia juga ditutup melemah karena sentimen negatif dari Wall Street. 

“Pada pekan depan, investor akan mencermati Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75% (pada Kamis 19 Februari),” jelas Phintraco siang hari ini.

Adapun Panin Sekuritas menyebut, IHSG menghadapi uji support MA–5 pada level 8.200. 

IHSG pada Jumat 13 Februari 2026 (Bloomberg)

“Stochastic death cross di area overbought. Jika IHSG bergerak di bawah MA–5, berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support 7.805 – 7.910,” analisis Panin.

Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound menuju resistance MA–20 dan MA–50 di sekitar 8.366 – 8.488.

(fad)

No more pages