Menurut Nanik, alur bahan pangan, makanan siap saji, dan wadah makan kotor juga belum tertata baik. “Karena hanya dua pintu dan salah satunya tidak berfungsi, alur keluar-masuk bahan bercampur dan berisiko terkontaminasi bakteri,” jelasnya.
BGN turut menyoroti penggunaan peralatan dapur bekas seperti chiller dan lemari pendingin, serta belum tersedianya water heater untuk pencucian wadah makan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki demi menjaga higienitas.
Temuan ini akan menjadi bahan evaluasi lanjutan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap aman, higienis, dan sesuai standar. BGN juga meminta pengelola memastikan operasional dapur tetap terkendali selama proses relokasi berlangsung.
(dec)
No more pages































