Logo Bloomberg Technoz

Sementara dari zona hijau baru ada yuan offshore China dan dolar Singapura yang menguat tipis masing-masing 0,01%. 

Data-data ekonomi AS yang sudah dan yang akan rilis agaknya kembali menunjukkan daya tahan, membuat sentimen risk-on terbatas pada awal Februari mulai mereda dan berganti menjadi risk-off.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam pada kuartal IV-2025 diperkirakan tetap solid di kisaran 3%, meski melambat dari 4,4% pada kuartal sebelumnya. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama aktivitas, sementara faktor yang lebih volatil seperti penyempitan defisit perdagangan dan lonjakan investasi persediaan swasta turut mengangkat angka pertumbuhan seiring terkurasnya stok pra-tarif.

"Meski investasi peralatan bisnis mulai mendingin, terutama di sektor terkait kecerdasan buatan (AI), data pesanan barang tahan lama yang menguat pada November memberi sinyal bahwa pengiriman dan belanja modal berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan," sebut Eliza Winger, Analis Bloomberg.

Sementara dari dalam negeri, belum banyak katalis yang mampu mengangkat rupiah lebih lanjut. Meski data pertumbuhan ekonomi cukup solid, tetapi persepsi negatif yang diberikan berbagai institusi asing yang datang beruntun membuat investor memasang mode risk-off terhadap pasar domestik. 

Meski begitu, sejatinya fundamental Indonesia masih cukup kuat. Indonesia cukup memiliki ketahanan yang telah teruji dalam beberapa krisis ekonomi. Mohit Mirpuri, Senior Partner SGMC, mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan bonus demografi dan usia penduduk mayoritas berada di usia produktif. 

Selain sektor komoditas yang cukup solid, dan bahkan menjadi produsen terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki tingkat konsumsi domestik yang sangat tinggi dengan pertumbuhan kelas menengahnya. 

Sehingga, kondisi pasar saat ini tidak menunjukkan fundamental Indonesia. Namun dia memberi catatan, bahwa kondisi ini juga harus didukung oleh kredibilitas kebijakan seperti disiplin fiskal, kebijakan moneter untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah, juga adanya transmisi likuiditas sampai ke bawah untuk memutar roda ekonomi lewat konsumsi. 

(dsp/aji)

No more pages