Meski para ekonom secara luas memperkirakan pasar tenaga kerja akan tetap lesu pada 2026, kejelasan lebih lanjut mengenai dampak kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump dan biaya pinjaman yang lebih rendah dapat mendorong beberapa pemberi kerja meningkatkan jumlah karyawan.
Para pejabat Federal Reserve (The Fed) masih berbeda pendapat mengenai arah suku bunga tahun ini, sebagian disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Dalam mempertahankan suku bunga bulan lalu, Gubernur Jerome Powell menyebut tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja.
Kontrak berjangka saham dan imbal hasil obligasi pemerintah naik setelah rilis laporan ini. Pelaku pasar memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga sebesar 0,25% pada Juni dan kini memperkirakan pemotongan pertama tahun ini akan terjadi pada Juli.
Dengan rilis setiap laporan tenaga kerja Januari, BLS menyesuaikan data gaji dengan seri yang lebih akurat, tetapi kurang tepat waktu yang disebut Sensus Triwulanan Ketenagakerjaan dan Upah (Quarterly Census of Employment and Wages). Data ini didasarkan pada catatan pajak asuransi pengangguran negara bagian dan mencakup sebagian besar pekerja di AS.
Penyesuaian tersebut menunjukkan pertumbuhan pekerja hampir 900.000 lebih rendah dalam 12 bulan hingga Maret 2025 dibandingkan laporan awal. Angka ini kurang lebih sesuai dengan perkiraan awal BLS.
Peningkatan perekrutan pada Januari dipimpin oleh sektor kesehatan, yang menyumbang sebagian besar pertumbuhan lapangan kerja pada 2025. Sektor konstruksi dan jasa profesional dan bisnis juga menambah lapangan kerja, sementara sektor manufaktur mencatat peningkatan lapangan kerja bulanan pertama dalam lebih dari setahun. Gaji pegawai pemerintah federal terus menurun.
Meski pemutusan hubungan kerja (PHK) secara umum masih terkendali, dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi gelombang pengumuman PHK oleh perusahaan seperti Amazon.com Inc hingga United Parcel Service Inc. Memasuki tahun ini, lowongan kerja di seluruh ekonomi turun ke level terendah sejak 2020.
Laporan tenaga kerja pada Rabu ini awalnya dijadwalkan pada 6 Februari, tetapi ditunda akibat penutupan sebagian pemerintah.
(bbn)
































