Logo Bloomberg Technoz

Detail Lapangan

Dalam data yang ditampilkan SKK Migas, lapangan pertama yang ditarget onstream yakni Fasprod Sidingin North-1 yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Proyek ini memiliki kapasitas produksi minyak hingga 325 bph dan ditargetkan onstream pada kuartal I-/2026.

Kedua, Polymer Minas Area D yang turut dikelola oleh PHR. Lapangan migas tersebut  memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 1.212 bph dan ditargetkan onstream kuartal II-026.

Ketiga, pengembangan atau upgrading Puspa Asri yang dikelola oleh PT Pertamina EP. Proyek tersebut ditargetkan miliki kapasitas hingga 1.034 bph dan diharapkan onstream pada kuartal IV-2026.

Keempat, NSD Plant yang dikelola oleh EMP Bentu Ltd. Lapangan ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak hingga 90 boh dan gas sebesar 20 MMSCFD. SKK menargetkan NSD Plant onstream pada kuartal II/2026.

Kelima, Sisi Nubi AOI 1,3,5 Tahap II yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam. SKK menargetkan lapangan ini memiliki kapasitas produksi gas sebesar 180 MMSCFD dan ditargetkan onstream pada kuartal I-2026.

Keenam, Suban Compressor Clustering yang dikelola oleh Medco E&P Grissik Ltd. Lapangan ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas sebesar 118 MMSCFD dan diharapkan onstream pada kuartal II-2026.

Ketujuh, OO-OX yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi ONWJ. Lapangan migas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 2.996 bph dan gas 21,3 MMSCFD. SKK berharap lapangan tersebut onstream pada kuartal I-2026.

Kedelapan, Senoro Selatan Tahap II yang dikelola JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi. Proyek ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi minyak sebesar 2.800 bph dan gas 110 MMSCFD. SKK menargetkan onstream lapangan tersebut pada kuartal I-2026.

Sekadar catatan, terdapat 15 proyek yang akan mulai beroperasi atau onstream sepanjang 2025 dengan nilai investasi sebesar US$753,2 juta.

Adapun, total produksi migas dari 15 proyek tersebut pada 2025 dipatok sebesar 57.576,5 bph minyak, 749,7 MMscfd gas, dengan total 191.451,5 boepd.

Kementerian ESDM resmi melaporkan realisasi produksi siap jual atau lifting minyak sepanjang 2025 mencapai 605.300 bph.

Realisasi tersebut mencapai 100,05% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebanyak 605.000 bph.

Dari sisi gas, produksi siap jual sepanjang 2025 tercatat mencapai 951.800 boepd, di bawah target APBN sebanyak 1,005 juta boepd.

(azr/wdh)

No more pages