Dian meyakini apabila terdapat peluang yang lebih menguntungkan, pihak perbankan pasti akan memilih upaya tersebut.
"Pasti lebih menguntungkan kalau ada demand kredit, [bank] pasti orang ngambil kredit dong [dibanding SBN-RSBI]," ungkap Dian.
Bunga Simpanan Special Rate
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu juga menyoroti perihal tingginya suku bunga simpanan perbankan di Tanah Air.
"Saat ini ada sekitar 30% simpanan yang di antaranya special rate. Itu salah satu yang membuat suku bunga pinjaman itu tidak bisa turun sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.
Berdasarkan data LPS, porsi simpanan di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masih cukup besar yakni mencapai Rp3.336 triliun, atau sekitar 30% dari total dana simpanan nasabah sebesar Rp13.424 triliun.
Sementara dari profil kepemilikan simpanan yang menerima di atas TBP, LPS mencatat paling banyak dimiliki oleh korporasi swasta yang mencapai proporsi 50,31% dari jumlah tersebut.
Kemudian disusul oleh dana pemerintah dan BUMN sebesar 22,77%. Sementara 22,69% dimiliki oleh nasabah individu, dan lainnya sebesar 4,23%.
"Jadi saya sudah sampaikan bahwa BI sudah turunkan 75 bps tapi baru turun 0,5% suku bunga perbankan. Jadi transmisinya lambat," ungkap dia.
(mfd/roy)































