Logo Bloomberg Technoz

Selain itu penguatan juga terjadi pada saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) melesat 9,4%, saham PT Harum Energy Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melesat 2,82%, dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang meninggi 2,04%.

Senada, saham energi juga melesat hingga mendorong penguatan IHSG, saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) meroket 13%, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melesat 11,5%. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menguat 11,4%.

Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan turut melesat di zona hijau, dengan kenaikan 7,29 poin atau menguat 0,89% ke posisi 828,2.

Saham–saham LQ45 yang bergerak pada teritori ekspansif antara lain, saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 7,81%, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terbang 7%. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melesat 6,11%, dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 5%.

Saham LQ45 lain, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melesat 4,69%, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terangkat 3,88%. Senada, saham PT Indosat Tbk (ISAT) menguat 3,79%, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) meninggi 3,76%.

Adapun pasar saham Bursa Asia melaju kompak di zona hijau pada perdagangan siang hari ini. Indeks NIKKEI 225 melejit 2,51%, TOPIX Jepang melesat 1,95%, PSEi Philippine menguat 1,76%, KOSPI melesat 0,65%, Hang Seng Hong Kong terapresiasi 0,53%, SETI Thailand menguat 0,35%, dan Shanghai Composite hijau 0,17%.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari Kepercayaan Konsumen Indonesia yang menguat menjadi 127 pada Januari 2026 (dari sebelumnya: 123,5), mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan ke depan.

Biarpun begitu, sebagaimana diriset Panin Sekuritas, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko, seperti Keputusan FTSE Russell yang menunda peninjauan indeks saham Indonesia karena ketidakpastian penetapan free float emiten, dan penjualan Ritel yang melambat, +3,5% YoY pada Desember 2025 (dari sebelumnya: +6,3% YoY) yang kemudian berpotensi membatasi kenaikan IHSG.

Dari sisi teknikal, menyitir riset Phintraco Sekuritas, IHSG berhasil ditutup di atas resistance dinamis MA-5 secara intraday, mengindikasikan mulai meredanya tekanan jual jangka pendek.

Hal ini diperkuat oleh penyempitan negative histogram, seiring Stochastic RSI yang telah berada di area oversold.

“Dengan demikian, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound pada sesi kedua, dengan pergerakan diperkirakan dalam rentang 8.100 – 8.150,” papar Phintraco.

(fad)

No more pages