Logo Bloomberg Technoz

Brian juga sempat mengungkapkan BIM bakal melakukan riset pada 8 blok tambang yang diduga memiliki cadangan LTJ hingga mineral kritis lainnya.

Dari beberapa blok tambang tersebut, beberapa diantaranya memiliki potensi komoditas timah yang memiliki mineral ikutan berupa monasit.

Brian berharap pengembangan LTJ dan industrinya tersebut dapat sejalan dengan langkah yang dilakukan PT Timah Tbk. (TINS), di mana BUMN tersebut berencana mulai memisahkan monasit yang terbawa dalam komoditas timah.

Adapun, LTJ terkandung dalam salah satu mineral ikutan timah, yaitu monasit yang terdiri dari unsur dominan seperti cerium, lanthanum, neodymium, yttrium, dan praseodimium.

Nah ini yang kami lihat nantinya juga diharapkan bisa industri yang akan terbangun di sini itu bisa in line dengan pengembangan atau penanganan byproducts dari PT Timah yang monasit ya, yang memiliki kandungan rare earth di sana,” ujar Brian.

Sekadar catatan, Direktur Pengembangan Usaha TINS Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan PT Timah sejatinya telah memulai proyek percobaan ini sejak 2010.

Namun, persoalan teknologi hingga riset LTJ membuat Pilot Project di Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkatung-katung selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi oleh perusahaan dari sisi spesifikasi pasokan LTJ, salah satunya dari kandungan fosfat yang merupakan senyawa utama yang mengikat unsur tanah jarang di monasit.

"Ada persyaratan kalau tidak salah itu di 50 ppm [parts per million] terhadap kandungan dari fosfat itu, sementara yang dilakukan oleh PT Timah masih di atas itu, jadi tidak memenuhi syarat," kata Suhendra dalam media gathering di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (23/8/2025) malam.

Terlepas dari masalah spesifikasi, Suhendra meyakini deposit monasit tetap berlimpah, selama pertambangan timah masih berlangsung di Indonesia, baik yang ditemukan dalam bentuk endapan primer maupun sekunder atau aluvial.

Perseroan tengah membuka potensi kerja sama dengan pihak swasta maupun ahli sebagai konsultan di proyek pilot LTJ tersebut, termasuk dari sisi teknologi dan pengembangan industri lanjutannya.

Suhendra melihat kesempatan besar bagi PT Timah, sebagai perusahaan pertambangan timah yang memiliki potensi cadangan monasit sekitar 25.700 ton di wilayah Bangka Belitung.

Adapun, Perminas merupakan entitas usaha yang bakal mengeksekusi pengelolaan LTJ dari sisi hulu hingga hilir, sementara BIM hanya memberikan rekomendasi berupa hasil riset untuk pengembangan LTJ.

Perminas nantinya bakal mendirikan sebuah industri khusus untuk mengelola tambang dari LTJ hingga mengembangkan industri hilirisasi khusus rare earth elements (REE).

(azr/wdh)

No more pages