Logo Bloomberg Technoz

Selanjutnya, pembaca akan diajak untuk mengkritisi Ambisi Swasembada, Pertaruhan Berbahaya Penghentian Impor Gula. Laporan ini memotret lebih jauh risiko besar di balik kebijakan penghentian impor gula oleh Kementerian Pertanian. Sebuah risiko yang bila tak dimitigasi dengan baik akan menyeret konsumen dalam situasi kenaikan harga gula ketika tren penghasilan masih tertekan.

Melangkah ke rubrik Anjangsana, Bloomberg Businessweek Indonesia mengangkat sorotan terhadap ancaman yang muncul dari sektor kesehatan melalui Bom Waktu’ Diabetes Usia Muda yang Bebani Mimpi Indonesia Emas. Tren anak muda yang terkena vonis penyakit gula makin meningkat menyalakan alarm keras tentang masa depan Indonesia Emas yang berisiko terbebani generasi yang sakit dan memakan biaya ekonomi tak kecil.

Juga, bagaimana ambisi manusia memiliki umur panjang menemui ide lebih menarik dalam laporan Hidup Lebih Baik, Bukan Sekadar Lebih Lama yang memotret pengalaman langsung jurnalis mengikuti sebuah retret blue zone di Sardinia tempat yang dikenal banyak dihuni oleh manusia berumur 100 tahun alias centenerian.  

Edisi Februari 2026 Bloomberg Businessweek Indonesia juga menampilkan wawancara eksklusif kami bersama orang terkaya urutan ke-8 di daftar Bloomberg Billionaires Index 2025, Otto Toto Sugiri, nama legendaris di industri internet dan pusat data di Indonesia. Co-Founder dan Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII). 

Di tengah ambisi Indonesia mengejar peningkatan kapasitas pusat data nasional sebesar 2,81 watt per kapita tahun ini, yang akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai 6,87 watt per kapita pada 2029, juga regulasi tentang Perlindungan Data Pribadi yang mewajibkan penyelenggara memproses data dengan standar keamanan tinggi, mendorong kehadiran pusat data dengan kualifikasi terbaik meski tak lagi mewajibkan lokasinya ada di dalam negeri.

Sebagai salah satu pemain utama bisnis pusat data, bagaimana Toto Sugiri bersama DCI melihat tantangan bisnis ke depan, kehadiran para pemain baru itu, potensi perang harga, juga antisipasinya menyambut booming AI yang ditengaai mulai bubble di Amerika Serikat.

Edisi Februari ini juga merilis liputan khusus khas Bloomberg Businessweek global yang menyoroti secara mendalam setahun pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump. Liputan khusus terangkum dalam The Imperial Presidency, mengulas Apa yang Berubah, Yang Belum Berubah dan Apa Selanjutnya yang menyodorkan gambaran upaya Donald Trump mengubah aturan main kepresidenan, dan sejauh mana strategi itu berhasil. Liputan juga mengungkap sosok penting di Gedung Putih yang berada di balik banyak kebijakan kontroversial Trump selama setahun menduduki kekuasaan. 

Gaya dan arah kebijakan Trump memimpin negara besar itu memaksa banyak pemimpin bisnis kakap memakai strategi khusus agar bisa mengikuti dan beriringan dengan presiden, diungkap dalam Tips dari Para CEO Menghadapi Trump. 

Pemenang Nobel Ekonomi Daron Acemoglu menulis kolom khusus menawarkan teorinya tentang Trump dan ancaman keruntuhan demokrasi, dengan kesimpulan adanya benang merah yang menghubungkan kebijakan tarif dengan upaya menggulingkan kepala negara lain. Semua bermuara pada satu hal: perluasan kekuasaan kepresidenan. Juga bagaimana gaya kekuasaan yang dijalankan Trump itu akan mengubah politik Amerika secara fundamental dan menyodorkan bahaya sesungguhnya yang lahir. 

Edisi terbaru akan ditutup dengan liputan bisnis makanan yang tengah naik daun di Amerika, mulai dari kisah supermarket legendaris asal Jerman yang melahirkan Sekte Unik Aldi, juga tren minuman super manis yang mewabah di negeri utara tersebut dalam laporan Dutch Bros dan Pemburu Minuman Manis AS, serta mengapa makin banyak restoran ternama di AS merilis produk ritel?

Setiap laporan dirangkai dengan pendekatan jurnalisme mendalam khas Bloomberg Businessweek, menonjolkan data, konteks, dan cerita manusia di balik peristiwa.

Untuk mengakses liputan lengkap, pembaca dapat menikmati seluruh konten Bloomberg Businessweek Indonesia tanpa batas, hanya dengan register di https://www.bloombergtechnoz.com/businessweek atau membuka e-magazine di sini.

(bbw)

No more pages