Harga Minyak Turun Seiring Meredanya Ketegangan Timur Tengah
News
09 February 2026 07:20

Weilun Soon - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah, yang sekaligus memperkecil risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek.
Minyak jenis Brent melemah ke arah US$67 per barel setelah sempat anjlok hampir 4% pada pekan lalu, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$63. Pelemahan ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) terlibat dalam pembicaraan tak langsung di Oman pada Jumat lalu sebagai upaya untuk meredakan ketegangan terkait program nuklir Republik Islam tersebut. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut sesi tersebut sebagai "sebuah langkah maju."
Di tengah pengerahan kekuatan militer Washington di kawasan tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan lanjutan akan segera digelar awal pekan ini. Selain itu, pemimpin AS tersebut dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari mendatang, sembari menyiapkan paket tarif bagi negara-negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Teheran.
Harga minyak mentah sebenarnya telah merangkak naik sejak awal 2026 meskipun ada kekhawatiran luas mengenai banjir pasokan (glut). Kenaikan tersebut sebelumnya didorong oleh ketegangan geopolitik serta penghentian sejumlah aliran minyak, termasuk dari Kazakhstan. Namun, harga kembali terkoreksi pekan lalu karena adanya sinyal kemajuan dialog antara Iran dan AS, yang oleh para pelaku pasar dinilai dapat mengurangi peluang intervensi militer dalam waktu dekat.






























