Kilang Dumai Perkuat Budaya K3 Lewat Upskilling Warga Ring I

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat melalui penyelenggaraan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 bagi warga sekitar area operasi kilang. Kegiatan bertajuk Upskilling Basic Safety BK3N 2026 ini digelar selama dua hari pada 3–4 Februari di Gedung BPSM, Komperta Bukit Datuk, Dumai.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Teluk Binjai, dan Buluh Kasap. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aspek Health, Safety, Security, and Environment HSSE, sekaligus membekali peserta dengan kompetensi dasar keselamatan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional, Kota Dumai memiliki aktivitas industri yang terus berkembang, khususnya di sektor energi dan migas. Kondisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia lokal yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja dan pengelolaan risiko di lingkungan industri.
Manager HSSE Kilang Dumai, Syahrial Okzani, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap pengembangan kompetensi masyarakat sekitar. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang memahami K3 akan semakin meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri di Dumai.
“Kota Dumai sebagai kawasan industri strategis membutuhkan tenaga keselamatan kerja yang andal dan berdaya saing. Profesi safetyman memiliki peran strategis yang menuntut kompetensi, pemahaman standar keselamatan, serta tanggung jawab tinggi dalam pengelolaan risiko. Karena itu, pelatihan ini dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan daya saing para peserta agar nanti mampu bersaing di wilayahnya sendiri,” ujarnya.
Syahrial menambahkan, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan budaya keselamatan yang berkelanjutan. Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menularkan praktik HSSE di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
“Kami juga berharap peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, mematuhi prosedur keselamatan, serta berperan aktif dalam menekan angka kecelakaan kerja di sektor industri mana pun tempat mereka bekerja nantinya,” imbuhnya.
Komitmen Kilang Dumai Bangun SDM Lokal Berdaya Saing
Kegiatan Upskilling Basic Safety BK3N 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Bulan K3 BK3N 2026. Di lingkungan Kilang Dumai, BK3N tahun ini mengusung tema Membangun Ekosistem Pengelolaan Aspek HSSE Sesuai Tata Nilai AKHLAK untuk Mewujudkan Budaya Safety Generative secara Berkesinambungan.
Tema tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menginternalisasi nilai keselamatan sebagai budaya kerja yang hidup, tidak hanya di dalam area operasi kilang, tetapi juga di tengah masyarakat sekitar. Dengan pendekatan ini, aspek K3 diharapkan menjadi kesadaran kolektif yang terus tumbuh dan berkembang.
General Manager Kilang Dumai, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM lokal merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, keberadaan kilang yang berdampingan dengan masyarakat menuntut hubungan yang harmonis dan saling mendukung.
“Kilang Dumai beroperasi berdampingan dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi K3 bagi warga sekitar menjadi elemen penting dalam menjaga keandalan operasi sekaligus membangun rasa aman dan kepercayaan bersama,” ungkapnya.
Iwan menilai, masyarakat yang memiliki pemahaman K3 yang baik akan turut berkontribusi menciptakan lingkungan industri yang aman dan kondusif. Hal ini tidak hanya berdampak pada kelancaran operasi perusahaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kilang.
Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang difokuskan pada penerapan K3 di dunia industri, khususnya sektor migas. Materi mencakup pemahaman regulasi keselamatan kerja yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, serta implementasi HSSE di lingkungan Pertamina.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengendalian risiko, kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat, hingga pengelolaan lingkungan. Seluruh materi dipaparkan langsung oleh tim internal HSSE Refinery Unit II yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang keselamatan kerja.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan interaktif, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memahami lebih dalam aspek K3 dan penerapannya di dunia kerja. Kehadiran para pemangku kepentingan pada penutupan kegiatan turut menambah semangat peserta.
Pelaksanaan pelatihan ini juga mendapat apresiasi dari Camat Dumai Timur Syafriandi, S.Sos., M.Si, serta para lurah dari wilayah peserta. Hadir pula Afrinaidi, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja, yang menyampaikan dukungan terhadap inisiatif peningkatan kompetensi K3 bagi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations Refinery Kilang Dumai, Agustiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara konsisten. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat.
“Banyaknya perusahaandi Dumai tentu menuntut ketersediaan tenaga kerja yang kompeten di bidang K3. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat memiliki bekal keselamatan yang memadai serta daya saing yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi K3 bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang. Nilai tersebut tidak hanya mendukung keberlanjutan operasi kilang dan ketahanan energi nasional, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antara industri, masyarakat, dan lingkungan.
Melalui Upskilling Basic Safety BK3N 2026, Kilang Dumai kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM lokal yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada keselamatan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem industri yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Dumai.






























