Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, kebijakan pembukaan kembali kode broker masih akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan perkembangan pasar setelah kode domisili kembali diberlakukan pada kuartal III-2025.
Irvan menjelaskan, BEI akan terlebih dahulu mengevaluasi respons pasar terhadap pembukaan kembali kode domisili sebelum melangkah pada kebijakan berikutnya. Ia menyampaikan bahwa pembukaan kode domisili menjadi hasil diskusi bersama dengan OJK, sementara kebijakan lain akan dipertimbangkan pada tahap selanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam pembahasan dengan OJK, BEI awalnya mengusulkan pembukaan kembali dua kode yang ditutup sejak pertengahan 2022, yakni kode domisili dan kode broker. Namun, hasil kajian bersama memutuskan pembukaan kode domisili dilakukan lebih dulu, bukan karena penolakan dari regulator, melainkan kesepakatan dalam proses diskusi dan evaluasi.
(ain)





























