Logo Bloomberg Technoz

Porsi DMO di Atas 30%: Ruang Ekspor Batu Bara Akan Menyempit

Redaksi
07 February 2026 18:00

Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia dan bergantung pada bahan bakar ini untuk kebutuhan listriknya. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Indonesia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia dan bergantung pada bahan bakar ini untuk kebutuhan listriknya. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Penambang Batu Bara Indonesia (APBI) menyoroti rencana pemerintah yang belakangan ingin mengerek porsi domestic market obligation (DMO) batu bara minimal 30% tahun ini.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan kenaikan porsi DMO bersamaan dengan pemangkasan kuota produksi batu bara tahun ini bakal ikut menggerus porsi ekspor nantinya.

“Ruang ekspor industri akan menyempit secara nyata, padahal ekspor masih menjadi sumber utama pendapatan industri dan devisa negara,” kata Gita saat dihubungi, Sabtu (7/2/2026).


Apalagi, Gita menambahkan, harga batu bara DMO relatif tidak kompetitif apabila dibandingkan dengan pasar ekspor. Situasi itu, dia menggarisbawahi, bakal menekan arus kas perusahaan tambang batu bara.

Di sisi lain, dia mengkhawatirkan, rencana peningkatan porsi DMO itu justru bakal membuat pasokan ekspor tidak stabil. Konsekuensinya, pelanggan batu bara Indonesia di luar negeri bakal beralih ke pemasok lain.