Logo Bloomberg Technoz

“Ramadan lebaran ini adalah momentum naikkan belanja masyarakat, tapi MBG-nya harus direm agar inflasi pangan tidak naik drastis,” ujarnya.

Selain itu, Bhima menekankan risiko suku bunga yang berpotensi naik setelah penurunan penilaian outlook Moody’s dari stabil ke negatif.

Kenaikan suku bunga kredit kendaraan bermotor dan KPR diprediksi dapat menekan permintaan masyarakat. “Kuncinya jaga konsumsi jangan merosot,” tambahnya.

Dari sisi perdagangan internasional, Bhima mengingatkan pentingnya diversifikasi tujuan ekspor di tengah geopolitik yang multipolar. Rantai pasok mineral kritis diperkirakan akan berubah, sementara produksi baterai dan semikonduktor bergeser ke negara-negara Asia Tenggara. 

“Momentum masuk ke nilai tambah yang lebih tinggi jangan sampai lewat begitu saja,” katanya.

Harga komoditas yang diperkirakan rendah sepanjang tahun juga menjadi perhatian karena dapat menimbulkan tekanan surplus neraca dagang.

Selain itu, peringatan Moody’s terkait Danantara yang mengambil dividen BUMN, sehingga mempengaruhi kinerja BUMN, juga disebut sebagai potensi hambatan pertumbuhan. 

“Investor sebenarnya ingin kerjasama dengan Danantara, tapi terkendala masalah tata kelola, transparansi, dan pemilihan proyek,” ujar Bhima.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 5,11% secara year on year (yoy), menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Kontribusi terbesar datang dari Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. 

Pulau Jawa mencatat pertumbuhan 5,30% dengan kontribusi 56,93%, sedangkan Pulau Sulawesi tumbuh 6,23%. Pulau Sumatra berkontribusi 22,22%, dengan Sumatra Utara memberikan andil tertinggi 1,05%.

Sumber pertumbuhan di Pulau Jawa berasal dari industri pengolahan, perdagangan, serta informatika dan komunikasi, dengan Jakarta menjadi provinsi teratas menyumbang 1,46%. Pulau Bali dan Nusa Tenggara, termasuk NTB, ditopang oleh industri pengolahan, akomodasi, serta industri makanan dan minuman, dengan Bali memberikan kontribusi 2,75%. 

Sementara itu, Pulau Kalimantan bertumpu pada industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Pulau Sulawesi tumbuh melalui industri pengolahan, dan Pulau Maluku dan Papua ditopang oleh industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan, dengan Maluku Utara memberikan andil 5,33%.

(rtd/naw)

No more pages