Logo Bloomberg Technoz

"Ini pertumbuhan yang luar biasa. Dan insyaallah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini agar masyarakat makin paham terkait model investasi emas,"  jelasnya. 

Seiring lonjakan bisnis tersebut, jumlah nasabah produk emas BSI kini telah menembus lebih dari 1 juta orang. 

Sekitar 640 ribu nasabah berasal dari produk non-bullion seperti Cicil Emas dan Gadai Emas, sementara sekitar 530 ribu lainnya merupakan nasabah bullion untuk layanan titipan dan jual beli.

"Mudah-mudahan tahun ini kita akan meningkat lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan bisa sampai ke mungkin apakah 2 juta atau mungkin lebih dari itu," tuturnya. 

Laba 2025

Adapun, BSI mencetak laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang 2025 atau naik 8% secara tahunan (yoy) dibanding 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan kinerja perusahaan ditopang pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), serta ekspansi bisnis emas dan digital.

"Alhamdulillah tadi kami sudah sampaikan pertumbuhan tahun 2025 double digit dan sustainable sama dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Eko dalam paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026). 

Lebih jelasnya, perseroan mencatat total aset pada 2025 mencapai Rp456 triliun atau naik 11,64% dibanding tahun sebelumnya. Sementara tabungan tumbuh 15,7% menjadi Rp163 triliun.

Selain itu, pada 2025 BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp319 triliun naik 14,49% dibandingkan tahun sebelumnya Rp278,48 triliun. Dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross di level 1,81%.

Dari sisi bisnis, segmen emas menjadi salah satu motor pertumbuhan utama dengan lonjakan sebesar 78,6% menjadi Rp22,9 triliun. Tabungan Haji juga mencatatkan kinerja dengan nilai Rp15,9 triliun atau tumbuh 10,03% secara yoy.

"Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu untuk penurunan cost of fund," tegasnya. 

(prc/naw)

No more pages