Logo Bloomberg Technoz

Karena itu, perseroan cenderung menahan pembagian dividen agar ekuitas tetap kuat.

"BSI tidak akan mengambil langkah agresif terkait dengan dividen payout seperti bank-bank yang lebih major stage-nya, seperti bank Himbara lainnya, tapi kita lebih concern bagaimana kita punya equity untuk mendukung pertumbuhan BSI yang agresif," tuturnya.

Sebelumnya, BSI membagikan dividen tunai sebesar Rp1,05 triliun untuk tahun buku 2024. Pencairan dividen itu setara dengan 15% dari total laba bersih perusahaan sebesar Rp7,01 triliun saat itu.

Laba 2025

Di sisi lain, BSI mencetak laba bersih sebesar Rp7,57 triliun sepanjang 2025 atau naik 8% secara tahunan (yoy) dibanding 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan kinerja perusahaan ditopang pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), serta ekspansi bisnis emas dan digital.

"Alhamdulillah tadi kami sudah sampaikan pertumbuhan tahun 2025 double digit dan sustainable sama dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Eko dalam paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026). 

Lebih jelasnya, perseroan mencatat total aset pada 2025 mencapai Rp456 triliun atau naik 11,64% dibanding tahun sebelumnya. Sementara tabungan tumbuh 15,7% menjadi Rp163 triliun.

Selain itu, pada 2025 BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp319 triliun naik 14,49% dibandingkan tahun sebelumnya Rp278,48 triliun. Dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross di level 1,81%.

Dari sisi bisnis, segmen emas menjadi salah satu motor pertumbuhan utama dengan lonjakan sebesar 78,6% menjadi Rp22,9 triliun. Tabungan Haji juga mencatatkan kinerja dengan nilai Rp15,9 triliun atau tumbuh 10,03% secara yoy.

"Ini menjadi engine kami yang juga akan membantu untuk penurunan cost of fund," tegasnya. 

(prc/naw)

No more pages