Logo Bloomberg Technoz

“Volatilitas yang tinggi sedang terjadi di seluruh aset. Sepertinya ini akan menjadi hari yang panjang,” ujar Nick Twidale, Chief Market Strategist di AT Global Markets, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Koreksi di Wall Street tidak dilatarbelakangi oleh satu isu saja. Namun lebih kepada valuasi yang sudah terlalu tinggi, sehingga membuat investor mundur teratur secara berjamaah.

Sentimen Domestik

Namun walau sama-sama melemah, penurunan IHSG jadi yang paling dalam di Benua Kuning. Ini karena ada sentimen domestik yang menjadi pemberat langkah IHSG.

Malam tadi waktu Indonesia, Moody’s Investors Service mengumumkan telah menurunkan outlook pasar surat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski peringkat (rating) masih di Baa2, yang masuk golongan layak investasi (investment grade).

Akibat perkembangan ini, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah ‘beterbangan’. Untuk tenor 10 tahun, yield melompat 11 basis poin (bps) ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Sumber: Bloomberg

Rajeev De Mello, Global Macro Portfolio di Game Asset Management SA, menilai otoritas di Indonesia tentu akan sensitif dan merespons situasi ini dengan tepat. 

“Namun demikian, tekanan di pasar bisa berlanjut sampai ada langkah yang konkret. Investor global akan memantau pernyataan seputar kebijakan yang akan ditempuh sebelum kemudian kembali ke pasar saham dan obligasi Indonesia,” papar De Mello. sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages