Pengamat: Inflasi Januari 2026 Naik karena Efek Low Base
Redaksi
03 February 2026 12:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menilai inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia sebesar 3,55 persen pada Januari 2026 tidak perlu dikhawatirkan.
Pasalnya, meskipun angka tersebut berada sedikit di atas rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5–3,5 persen, kenaikan inflasi tersebut tidak mencerminkan lonjakan harga barang dan jasa secara umum, melainkan dipengaruhi oleh faktor perhitungan statistik.
Fithra menjelaskan, inflasi Januari 2026 utamanya dipicu oleh efek basis rendah (low-base effect), di mana persentase pertumbuhan Indeks Harga Konsumen (IHK) terlihat tinggi karena dibandingkan dengan level Januari 2025 yang sangat rendah.
“Kenaikan ini sebenarnya dipicu oleh low-base effect, bukan karena dinamika harga yang terjadi saat ini. Oleh karenanya, fenomena ini sejatinya tak perlu dikhawatirkan dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi,” ujar Fithra, Senin (2/2).
Ia menuturkan, low-base effect ini berasal dari kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi golongan tertentu yang diterapkan pemerintah pada Januari–Februari 2025.






























