Logo Bloomberg Technoz

Di kawasan, mata uang rupee India melesat paling tinggi dan membuatnya keluar dari tekanan di tahun ini. Beberapa waktu lalu, rupee berada di bawah tekanan lantaran kesepakatan dagang dengan AS tak kunjung terwujud. Sekarang, setelah kesepakatan itu tercapai, aset rupee mulai melanjutkan penguatan sejurus dengan langkah bank sentralnya yang semakin agresif menjaga nilai tukar. 

Penurunan tarif impor atas barang-barang asal India menjadi 18% telah disepakati antara Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, setelah Modi sepakat menghentikan pembelian minyak dari Rusia. 

Dari pasar Indonesia, penguatan otot rupiah juga datang dari data neraca perdagangan yang mencatatkan surplus pada Januari sebesar US$41,05 miliar. Positifnya neraca dagang ini memberikan stimulus bagi penguatan laju rupiah yang sempat tertahan berbagai sentimen domestik pada pekan lalu. 

Sentimen pasar di pasar saham domestik juga mulai mereda pasca pengumuman hasil pertemuan otoritas bursa efek dan jasa keuangan dengan petinggi MSCI. Dalam pertemuan tersebut, disepakati free float akan ditingkatkan secara bertahap dari 7% hingga 15%. Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan mengungkap data kepemilikan saham di bawah 5%. 

Melansir data Bloomberg, secara harian sampai siang ini arus dana asing masuk sebesar US$39 juta ke pasar saham domestik. Sementara, di pasar surat utang investor mulai membukukan pembelian surat utang khususnya di tenor menengah dan panjang.

Imbal hasil (yield) surat utang tenor 12Y turun 1,1 bps ke 6,54% dan yield surat utang tenor 7Y, 8Y, 9Y tercatat turun masing-masing 0,1 bps, 0,4 bps, dan 0,7 bps. 

(riset/aji)

No more pages