Terkait tingkat serapan peserta magang ke dunia kerja, Shinta mengaku belum dapat menyampaikan angka pasti, baik untuk program yang akan berlanjut maupun periode sebelumnya. Hal tersebut lantaran masa pelaksanaan program belum mencapai enam bulan.
Menurut Shinta, evaluasi menyeluruh terhadap program magang baru dapat dilakukan setelah masa enam bulan berjalan. Saat ini, ia bersama para pemangku kepentingan masih mengumpulkan data untuk menilai hasil dan dampak program tersebut.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan program magang nasional pada 2025 berhasil mencapai target 100 ribu peserta seperti titah Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut diikuti lebih dari 5 ribu perusahaan di seluruh Indonesia.
Total perusahaan penyelenggara mencapai 5.168 yang terbagi ke dalam empat batch. Jumlah posisi magang yang disediakan perusahaan mencapai 15.045.
Dia memerinci, pada batch I terdapat 998 perusahaan penyelenggara dengan periode kerja 20 Oktober 2025–19 April 2026. Batch IB mencakup 187 perusahaan dengan periode kerja 24 Oktober 2025–23 April 2026.
Batch II tercatat 4.015 perusahaan untuk periode kerja selama 24 November 2025–23 Mei 2026 dan batch III mencakup 2.381 perusahaan untuk periode kerja 16 Desember 2025–15 Juni 2026.
Selain perusahaan, terdapat satuan kerja (satker) kementerian/lembaga yang turut menjadi penyelenggara. Total satker yang ikut mencapai 2.886 dengan 4.566 posisi magang tersedia selama empat batch.
Dengan jumlah program yang besar, total mentor yang terlibat mencapai 30.301 orang.
Adapun 100 ribu peserta magang tersebut juga mendapatkan penawaran pelatihan massal secara online dalam bentuk soft skill program yang bersifat opsional dan diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan.
(ell)



























