“Mengembangkan ekosistem SAF yang dapat diskalakan sangat penting untuk meningkatkan pasokan.”
Singapura akan menerapkan pungutan hijau pada tiket pesawat yang dijual mulai 1 April untuk penerbangan yang berangkat dari negara tersebut mulai Oktober.
Penumpang pesawat akan membayar hingga S$41,60 atau setara US$32,73, dengan dana tersebut akan dialokasikan ke SAFCo untuk pembelian SAF — yang umumnya dibuat dari minyak limbah atau bahan baku pertanian.
Penggunaan bahan bakar berkelanjutan untuk penerbangan terus menghadapi tantangan, dengan biaya yang biasanya dua hingga lima kali lebih tinggi daripada bahan bakar jet konvensional.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan pertumbuhan produksi SAF akan melambat pada 2026, dan mencapai 2,4 juta ton dari sekitar 1,9 juta ton pada tahun lalu. Produksi SAF hanya mewakili 0,6% dari total konsumsi bahan bakar jet pada 2025, kata asosiasi tersebut.
Boston Consulting Group Inc., Changi Airport Group Singapore Pte, GenZero, Oversea-Chinese Banking Corp., Temasek Holdings Pte, dan Scoot juga akan berpartisipasi dalam uji coba di Singapura, kata otoritas penerbangan negara tersebut dalam pernyataannya.
(bbn)































