Chinalco dan Rio masing-masing akan membayar 10,50 real per saham. Saham Chinalco sempat jatuh hingga 10,8% di Hong Kong sebelum memangkas pelemahan pada sore hari. Sementara itu, saham Rio ditutup turun 3,5% di Sydney.
Akuisisi ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian kesepakatan ketika perusahaan logam China mencari pertumbuhan melalui akuisisi.
Unit dari Zijin Mining Group Co. sepakat membeli Allied Gold Corp. untuk mendapatkan akses ke tambang di Afrika pada awal Januari, sementara Jiangxi Copper Co. mengumumkan pengambilalihan SolGold Plc bulan lalu dan CMOC Group Ltd. membeli sebuah tambang emas di Brasil.
Lonjakan harga logam mendorong maraknya aksi korporasi tersebut.
Tembaga, emas, dan perak mencetak rekor pekan ini, sementara aluminium dan logam dasar lainnya terus menguat. CMOC, Jiangxi Copper, dan Inner Mongolia Xingye Silver & Tin Mining Co. semuanya bersiap menerbitkan obligasi untuk mendanai ekspansi dan akuisisi.
Sebelumnya, Grupo Votorantim tengah berupaya mencari mitra untuk investasi senilai US$2,5 miliar di Proyek Rondon milik CBA guna mengeksplorasi tambang bauksit di Amazon, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut, sebelum kesepakatan ini dikonfirmasi.
Chinalco, bersama para peminat lainnya, akhirnya menunjukkan ketertarikan untuk mengakuisisi kendali atas CBA, kata sumber-sumber tersebut yang meminta tidak disebutkan namanya karena membahas informasi privat.
CBA memiliki tiga tambang bauksit yang secara bersama-sama memproduksi sekitar 2 juta ton bijih per tahun, yang kemudian diolah menjadi alumina dan selanjutnya aluminium.
Kesepakatan ini “memberikan peluang untuk mengembangkan rantai pasok bauksit dan alumina kami di kawasan Atlantik,” ujar Chief Executive Aluminum & Lithium Rio, Jérôme Pécresse, dalam sebuah pernyataan.
(bbn)































