Logo Bloomberg Technoz

Harga komoditas pangan di luar beras juga relatif terkendali. Misalnya bawang putih bonggol, yang rata-ratanya Rp 38,605/kg. Di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebanyak 3,49%.

Lalu harga cabai merah keriting yang sebulan terakhir rata-ratanya Rp 39.993/kg. Jauh dari HAP, mencapai 27,29%.

Namun memang harga bahan pangan lainnya masih terpantau naik, sehingga wajar masih terjadi inflasi. Bawang merah, misalnya.

Rata-rata harga bawang merah dalam sebulan terakhir adalah Rp 42.945/kg. Masih 3,48% di atas HAP.

Sementara rerata harga daging sapi murni dalam sebulan terakhir adalah Rp 136.001/kg. Setara dengan 2,86% di atas HAP.

Demikian pula harga daging ayam ras yang dalam sebulan terakhir ada di Rp 39.288/kg. Di atas HAP sebanyak 1,78%.

Laju inflasi bulanan yang begitu lambat bahkan sampai memunculkan ‘ramalan’ deflasi. Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), mengungkapkan proyeksi deflasi 0,11% mtm pada Januari.

“Terutama disebabkan oleh harga pangan yang terkendali, harga tiket pesawat, dan harga BBM non-subsidi,” sebut Faisal dalam risetnya.

Inflasi Tahunan

Berbeda dengan inflasi bulanan, laju inflasi tahunan (year-on-year/yoy) malah diperkirakan mengalami akselerasi pada Januari. 

Konsensus Bloomberg menghasilkan median perkiraan inflasi Januari sebesar 3,76% yoy. Lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yaitu 2,92%.

Jika terwujud, maka inflasi tahunan Januari akan menjadi yang tertinggi sejak Mei 2023 atau lebih dari 2,5 tahun terakhir.

Secara tahunan, kenaikan harga memang lebih terasa. Terutama akibat normalisasi tarif listrik.

Pada Januari dan Februari 2025, pemerintah memberikan diskon tarif listrik sebesar 50%. Fasilitas ini dinikmati oleh 135 juta pelanggan. Tahun ini, diskon serupa tidak ada lagi dan tarif listrik kembali normal.

Kemudian konsensus Bloomberg menghasilkan median perkiraan inflasi inti (core) pada Januari sebesar 2,38% yoy. Tidak berubah, sama dengan laju bulan sebelumnya.

Sepertinya faktor-faktor yang mendorong inflasi inti adalah pelemahan nilai tukar rupiah dan lonjakan harga emas. Sepanjang Januari, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,54%. Bahkan rupiah sempat menyentuh titik terlemah sepanjang sejarah, di perdagangan intraday menembus level Rp 17.000/US$.

Pergerakan rupiah dari masa ke masa. Tahun ini, rupiah berada di titik terendahnya (20/1/2026). (Bloomberg).

Adapun harga emas masih melanjutkan tren bullish sejak 2025. Sepanjang perdagangan Januari, harga sang logam mulia sudah naik lebih dari 20%.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

“Dalam jangka pendek, inflasi domestik bisa naik ke atas 3% yoy secara temporer, terutama pada kuartal I-2026 karena dampak cuaca ekstrem, peningkatan permintaan saat Ramadan dan Idul Fitri, serta kenaikan harga emas yang persisten. Kami memperkirakan inflasi akan kembali ke kisaran target 1,5-3,5% pada semester II-2026,” terang Faisal.

(aji)

No more pages