Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 5.439,8/troy ons. Menguat 0,37% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor penutupan (closing) tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam perdagangan intraday kemarin, harga emas dunia sempat berada di level US$ 5.500/troy ons.
Selama sepekan terakhir, harga emas dunia mencatat kenaikan 8,82% secara point-to-point. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga meroket 25,64%.
Perkembangan di Amerika Serikat (AS) masih menjadi faktor utama pendorong harga emas. Tensi geopolitik meninggi dengan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran. Trump juga mengancam bakal memberlakukan tarif bea masuk lebih tinggi bagi negara-negara yang menyediakan minyak ke Kuba.
Emas adalah aset yang dipandang aman. Ketika situasi bergejolak, biasanya emas jadi pilihan investor untuk mengamankan portofolio mereka.
Kemudian, Trump mengungkapkan bakal mengumumkan calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve yang baru pada Jumat waktu setempat. Trump ‘titip pesan’ bahwa pengganti Jerome ‘Jay’ Powell ini bisa menurunkan suku bunga acuan.
Emas juga merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
(aji)




























