Suhu di Ukraina diperkirakan akan turun jauh di bawah titik beku sepanjang pekan ini. Banyak orang di negara itu sudah menghadapi pemadaman listrik dan pemanas karena infrastruktur rusak akibat serangan Rusia baru-baru ini.
Menurut laporan AFP yang mengutip pejabat regional, serangan pasukan Rusia menewaskan enam orang di Ukraina tengah dan selatan pada Kamis.
Juru bicara Kremlin tidak menanggapi permintaan komentar. Kedutaan Besar Rusia di Washington mengarahkan pertanyaan tentang pernyataan Trump ke kantor Putin dan Kementerian Luar Negeri. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada wartawan di Moskow pada Kamis pagi bahwa pemerintah tidak akan membahas isi percakapan diplomatik pribadi.
"Mereka yang mencoba membuat berbagai pernyataan tentang apa yang dibahas dan siapa yang menjanjikan apa kepada siapa, sedang melakukan praktik negosiasi dengan cara yang kurang bertanggung jawab dan menunjukkan tingkat ketidakpantasan tertentu," katanya, menurut transkrip resmi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengucapkan terima kasih kepada Trump atas "pernyataan pentingnya."
"Pernyataan penting dari @POTUS tentang kemungkinan memberikan keamanan bagi Kyiv dan kota-kota Ukraina lainnya selama periode musim dingin ekstrem ini. Pasokan listrik adalah fondasi kehidupan. Kami menghargai upaya mitra kami untuk membantu kami melindungi nyawa," tulis Zelenskiy pada Kamis di X.
Sehari sebelumnya, pemimpin Ukraina itu mengatakan ia percaya, berdasarkan intelijen, bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan drone dan rudal berskala besar terhadap infrastruktur energi negaranya.
"Setiap orang yang benar-benar menginginkan perdamaian harus memikirkan bagaimana memastikan bahwa Rusia tidak mempersiapkan serangan besar-besaran baru, melainkan mengakhiri perang," kata Zelenskiy dalam unggahan Telegram.
Namun, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menyatakan optimisme tentang status pembicaraan yang sedang berlangsung untuk memediasi akhir perang antara Rusia dan Ukraina. Dia mengatakan ada "banyak hal baik yang terjadi antara kedua belah pihak."
"Kami memiliki perjanjian protokol keamanan yang hampir selesai, perjanjian kemakmuran yang sebagian besar telah selesai," bebernya. "Dan saya pikir rakyat Ukraina kini berharap dan menantikan bahwa kami akan segera menandatangani perjanjian damai dalam waktu dekat."
Diskusi tersebut diperkirakan akan dilanjutkan pada awal bulan depan.
(bbn)



























