Ia menyebut berdasarkan data dari Kepala BGN Dadan Hindayana, cakupan penerima manfaat di pesantren sudah mencapai sekitar 70%. Sementara itu, data dari Kementerian Agama menunjukkan angka yang jauh lebih rendah, yakni baru sekitar 20%.
“Tapi kalau di Menteri Agama datanya kira-kira baru 20% an. Ini data yang akan kita cocokkan,” kata Zulkifli.
Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan bahwa pihaknya telah menyasar seluruh penerima manfaat sesuai pendataan yang dimiliki. Ia optimistis target cakupan program akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Di data kami itu seluruhnya sudah kami sasar. Kita akan kejar dalam lima bulan terakhir ini sehingga seluruhnya minimal sudah 90-95%,” ujar Dadan.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menepis pertanyaan wartawan terkait kemungkinan adanya penerima atau SPPG fiktif dalam pendataan program MBG di pesantren. Ia menegaskan seluruh penerima sudah tercatat dengan baik.
“Tidak ada namanya SPPG fiktif. Tidak ada fiktif juga. Semuanya terdata dengan baik, by name by address,” tegasnya.
Pemerintah kini akan melakukan sinkronisasi data antara Kementerian Agama dan BGN agar distribusi program MBG di pesantren bisa berjalan lebih merata dan sesuai target nasional.
(dec)





























