Besaran penalti berbeda di setiap bank. Ada bank yang hanya memotong sebagian bunga, namun ada pula yang memotong langsung dana pokok simpanan.
Kehilangan Hak Atas Bunga
Selain penalti, nasabah juga berisiko kehilangan hak atas bunga berjangka. Beberapa bank menetapkan bunga tidak dibayarkan sama sekali jika deposito dicairkan sebelum kontrak berakhir.
Hal ini terjadi karena dana deposito dikelola bank dalam skema pembiayaan tertentu. Ketika dana ditarik lebih awal, pengelolaan tersebut tidak dapat diselesaikan sesuai rencana.
Peran Tenor dalam Risiko Deposito
Pemilihan tenor menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko pencairan deposito sebelum jatuh tempo.
Menyesuaikan Tenor dengan Kebutuhan Dana
Bank umumnya menyediakan pilihan tenor mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Tenor seharusnya dipilih berdasarkan perkiraan kebutuhan dana ke depan.
Jika dana berpotensi dibutuhkan dalam waktu dekat, tenor pendek lebih disarankan. Sebaliknya, untuk dana jangka panjang, tenor 6 atau 12 bulan bisa memberikan bunga yang lebih optimal.
Dampak Salah Pilih Jangka Waktu
Kesalahan memilih tenor sering menjadi penyebab utama deposito dicairkan lebih awal. Akibatnya, nasabah harus menanggung penalti sekaligus kehilangan potensi bunga.
Situasi ini membuat hasil simpanan jauh dari harapan awal, meskipun deposito dikenal sebagai produk berisiko rendah.
Risiko Psikologis yang Kerap Terabaikan
Selain risiko finansial, ada risiko lain yang kerap tidak disadari nasabah saat mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Godaan Konsumtif
Deposito sering kali dicairkan untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak. Godaan membeli barang konsumtif seperti ponsel baru atau kendaraan menjadi pemicu utama.
Jika deposito digunakan untuk kebutuhan non-darurat, nasabah tidak hanya kehilangan bunga, tetapi juga harus menanggung penalti dan pajak.
Menyimpang dari Tujuan Awal
Idealnya, deposito digunakan untuk dana cadangan, dana pendidikan, atau perencanaan jangka panjang. Pencairan dini membuat tujuan tersebut tidak tercapai.
Akibatnya, stabilitas keuangan jangka panjang bisa terganggu hanya karena keputusan jangka pendek.
Cara Menghindari Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Agar deposito benar-benar memberikan manfaat maksimal, nasabah perlu melakukan perencanaan sejak awal.
Evaluasi Kondisi Keuangan
Sebelum membuka deposito, nasabah disarankan mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh. Pastikan tidak ada kebutuhan mendesak dalam waktu dekat.
Tentukan jumlah dana yang benar-benar aman untuk disimpan hingga jatuh tempo tanpa mengganggu kebutuhan harian.
Pahami Ketentuan Bank Sejak Awal
Langkah penting lainnya adalah menanyakan secara detail kebijakan bank terkait penalti dan pembayaran bunga jika terjadi pencairan lebih awal.
Dengan memahami seluruh ketentuan sejak awal, nasabah dapat memanfaatkan produk deposito secara optimal dan terhindar dari penyesalan di kemudian hari.
Pemahaman yang baik mengenai dampak mencairkan deposito sebelum jatuh tempo akan membantu nasabah menjaga nilai simpanan dan tujuan keuangan tetap berjalan sesuai rencana.
(seo)































