Logo Bloomberg Technoz

Dari pasar domestik, tekanan rupiah tidak bisa lepas dari memburuknya persepsi investor global terhadap pasar keuangan Indonesia, menyusul Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia serta menyoroti isu investability.

Keputusan ini menjadi sinyal risiko yang kuat bagi investor institusional global, khususnya pengelola dana pasif dan kuasi-pasif yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama alokasi aset. Implikasinya, potensi arus keluar modal asing tidak hanya membayangi pasar saham, tetapi juga menjalar ke pasar valas melalui peningkatan permintaan dolar AS untuk repatriasi dana. 

Dari pasar surat utang, nada bearish juga masih bergema. Aksi jual menekan pasar surat utang sore ini dan yield di hampir semua tenor mengalami kenaikan.

Hanya tenor 6Y dan 7Y yang mulai ada sedikit pemulihan dengan turun 0,8 bps dan 0,5 bps masing-masing ke 6,1% dan 6,3%. Sementara tenor lainnya mengalami kenaikan yield yang menandakan naiknya permintaan premi risiko dari investor. 

Kenaikan yield terjadi di hampir semua tenor surat utang pada Kamis 29 Januari 2026. (Bloomberg)

Dalam situasi kondusif, keputusan The Fed yang menahan suku bunga semestinya bisa memberi ruang stabilisasi bagi pasar obligasi emerging market, seperti Indonesia. Namun, tekanan yang muncul di pasar SUN sore ini mengindikasikan bahwa faktor domestik, khususnya persepsi risiko indeks dan arus dana asing, lebih dominan ketimbang sentimen global.

(riset/aji)

No more pages