“Kan kita kayak nggak pede ya ke lapangan, pakai baju yang nggak kering maksimal, kayak mental tuh udah nggak karuan rasanya,” katanya.
Ia mengaku tidak bisa menyampaikan keluhan tersebut kepada atasan karena khawatir dianggap tidak profesional.
“Gue cuma bisa pasrah, nggak bisa lapor ke atasan gue, nanti pasti dianggap malas kerja,” ucapnya.
Saran Psikolog
Di tengah kondisi tersebut, dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, psikiater dari bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI, membagikan sejumlah tips agar pekerja tetap bisa menjaga semangat dan kesehatan mental selama musim hujan.
Menurutnya, langkah pertama adalah menerima kondisi hujan tanpa melawan emosi. “Hujan bikin badan lebih lesu itu normal. Jangan self-judging duluan. Aku lagi capek, bukan pemalas,” ujarnya.
Ia juga menyarankan pekerja menyiapkan “tameng hujan” lebih lengkap, bukan hanya jas hujan, tetapi juga payung, sepatu cadangan, hingga pakaian kering untuk memberikan rasa aman.
Selain itu, dr. Lahargo mengingatkan agar pekerja tidak memaksakan diri langsung produktif maksimal. Fokuslah pada langkah sederhana: hadir dulu, mulai dulu, produktivitas akan mengikuti.
Tips lainnya adalah menjaga tubuh tetap hangat dengan minuman hangat, jaket, atau kaos kaki kering karena tubuh yang nyaman akan membantu suasana hati lebih stabil.
Terakhir, ia menekankan pentingnya membagi energi dan memulai dari tugas-tugas kecil. “Otak suka kemenangan kecil, apalagi saat cuaca mendung. Ingat, hujan cuma cuaca, bukan vonis hidup,” katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek pada akhir Januari masih didominasi hujan sedang hingga lebat. Di DKI Jakarta, hujan sangat lebat diperkirakan terjadi sampai pada Dasarian II Januari 2026.
Wilayah Banten, Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan intensitas lebih dari 150 mm per dasarian.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada Dasarian III atau 10 hari terakhir Januari 2026, bahkan hingga Dasarian I Februari 2026.
Prakiraan Cuaca BMKG
BMKG menjelaskan, berdasarkan hasil analisis kondisi regional per 22 Januari, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta aktivitas gelombang ekuator menunjukkan kecenderungan meningkatnya aktivitas konvektif di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa.
Selain itu, pantauan daerah konvergensi juga memperlihatkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, serta sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.
“Hasil analisis kondisi lokal/mikro menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif akibat kondisi labilitas yang kuat di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat,” tulis BMKG dalam laman resminya, dikutip Kamis ( 29/1).
(dec)






























