Meski begitu, penguatan rupiah di pasar offshore ini sedikit berbanding terbalik dengan tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Dari dalam negeri, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham dalam jumlah terbesar sejak April tahun lalu, menyusul MSCI inc, terkait peringatan tentang kelayakan investasi dan risiko Indonesia turun level dari emerging market menjadi frontier market.
“Penurunan peringkat MSCI atau status negara berkembang jelas akan mengurangi alokasi ke Indonesia, meski posisi aktif berasal dari basis yang ringan,” kata John Stavliotis, Manajer Portofolio di Antipodes, Australia, seperti dikutip Bloomberg News.
Aliran dana keluar dari pasar saham tercatat mencapai Rp6,2 triliun. Ini langsung memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,35% ke posisi 8.320,55 pada penutupan perdagangan kemarin. Agaknya investor kembali berhitung dan melakukan penyesuaian risiko yang cukup agresif.
Total investasi dalam MSCI Indonesia mencapai US$120 miliar sementara investasi terbesar MSCI Frontier adalah Vietnam dengan nilai kurang dari US$60 miliar.
“Artinya, secara potensi kita bisa melihat arus keluar dari dana asing lebih dari US$60 miliar secara agregat, jumlah yang sangat besar dan sulit dibayangkan,” kata Harry Su, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, dalam catatannya kemarin (28/1/2026).
Ke depan, arah pergerakan rupiah diperkirakan masih bergantung pada dinamika eksternal dan respons pasar terhadap risiko domestik.
Jika pelemahan dolar AS masih terus berlanjut dan pasar global tetap mempertimbangkan peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed, rupiah berpotensi mempertahankan penguatan terbatasnya. Namun, ruang apresiasi bagi rupiah kemungkinan relatif sempit, lantaran adanya tekanan dari sisi arus modal portofolio.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berpotensi melemah. Target pelemahan terdekat menuju level Rp16.720/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.750/US$.
Apabila kembali break kedua support tersebut, maka rupiah berpotensi melemah lebih lanjut menuju level Rp16.800/US$.
Namun apabila rupiah bisa menguat, maka resistance yang menarik untuk dicermati ada di kisaran Rp16.700-16.680/US$. Resistance potensial ada di level Rp16.600/US$.
(riset/aji)

























