Logo Bloomberg Technoz

BEI menerapkan Trading Halt atau penghentian sementara perdagangan saham pada pukul 13:43:13 mengacu Jakarta Automated Trading System (JATS), tertanggal Rabu, 28 Januari 2026.

“BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025,” tulis Bursa Efek Indonesia dalam keterangan resminya.

Trading Halt merespons “penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” menurut BEI.

IHSG ditutup melemah 7,35% di posisi 8.320,55, melaju bersamaan dengan IDXINFRA, IDXENERGY, dan juga IDXTECHNO yang melemah amat dalam. Sentimen pengumuman MSCI membuat manuver jual terjadi secara masif di IHSG saat total transaksi perdagangan mencapai Rp45,5 triliun.

Sejumlah saham IDXENERGY yang turut menjadi pendorong pelemahan IHSG, utamanya adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang ambles 15%, senada dengan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang jatuh 15% dan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) drop 14,9%.

Penutupan Saham EMTK pada Rabu 28 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Begitu juga dengan saham–saham IDXTECHNO, i.a. Saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) yang ambles 14,9%, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 14,9%. Saham PT Elitery TTbk (ELIT) terpeleset 14,7% hingga menjadi pemberat IHSG.

Terkait dampak jangka pendek, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut, pada periode Februari hingga Mei tidak akan terjadi perubahan konstituen maupun bobot Indonesia dalam indeks MSCI.

“Pangsa pasar Indonesia di MSCI yang saat ini berada di kisaran 1,5% dipastikan tetap bertahan selama periode tersebut,” ujar Iman.

Menurut Iman, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tengah menindaklanjuti sejumlah hal yang menjadi perhatian MSCI. Otoritas pasar modal saat ini sedang mempersiapkan langkah–langkah untuk memenuhi kebutuhan data yang dipersyaratkan, terutama data yang bersumber dari KSEI.

Dia menambahkan, upaya pemenuhan transparansi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan MSCI, tetapi juga dinilai penting bagi penguatan industri pasar modal nasional secara keseluruhan.

“Transparansi data ini bukan hanya baik untuk MSCI, tetapi juga baik untuk pasar modal Indonesia,” kata Iman.

(fad)

No more pages