Dengan langkah tersebut, dia berharap banyak produk halal RI ke depannya bisa marak di pasar internasional.
Tudingan Kecurangan Malaysia
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan menuding pihak pembuat data sengaja mengakal-akali sejumlah perhitungan dan mendapat bayaran tinggi agar membuat Malaysia lebih hebat dari Indonesia.
Dia menyebut kontribusi produk halal ke produk domestik bruto (PDB) berdasarkan data Kementerian Keuangan mencapai 26% lantaran sejumlah produk makanan, minuman, obat, kosmetik, tekstil, pakaian harus bersertifikat halal berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Maka ketika Malaysia mengeklaim lebih besar, saya teriak. Ada bayaran disitu. [padahal] kita lebih besar, Cuman ada kecurangan dalam perhitungan di situ. Saya blak-blakan, konsultan yang dibayar Internasional sehingga membuat Malaysia hebat, besar,” kata Haikal.
“Jadi kalau kita kalah mustahil, tapi faktanya kalah. Ada sesuatu yang tidak jelas dihitungnya.”
Namun, bila merujuk data The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, industri halal Indonesia berada di posisi tiga dunia di bawah Malaysia dan Arab Saudi. RI berada di atas UEA dan Bahrain.
Penilaian SGIER tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kinerja finansial, regulasi halal, tingkat kesadaran masyarakat, faktor sosial, hingga inovasi.
Jika diperinci per sektor, industri modest fashion Indonesia menempati peringkat pertama dunia, mengungguli Malaysia, Italia, Turki, dan Singapura.
Sementara itu, pada sektor makanan halal, Indonesia berada di posisi keempat, di atas Yordania dan di bawah UEA, Singapura, serta Malaysia.
Adapun untuk sektor farmasi dan kosmetik halal, Indonesia menempati posisi kedua dunia setelah Malaysia, dan berada di atas UEA, Singapura, serta Turki
Saat ini jumlah industri halal di Indonesia mencapai 140.944 perusahaan yang didominasi oleh sektor makanan halal 130.111, industri minuman halal 10.800, sektor farmasi dan obat 1.633 industri. Kemudian, jumlah produk halal yang telah tersertifikasi mencapai 584.000 produk.
(ell)































