Tak heran jika Presiden AS Donald Trump sepertinya tak ingin membuat dolar AS semakin perkasa demi utang yang tetap terjaga terhadap nilai tukar negara-negara yang mitra dagang utamanya yang memberikan AS utang.
Terlepas dari itu, pasar spot domestik nampaknya lebih cepat merespons pelemahan dolar AS dan aliran sentimen regional. Sebaliknya, pasar NDF yang didominasi investor global, cenderung mencerminkan ekspektasi jangka menengah terhadap risiko Indonesia, termasuk prospek arus modal, stabilitas fiskal, juga arah kebijakan moneter pasca penetapan Deputi Gubernur yang baru.
Nilai kontrak rupiah di pasar offshore masih dibanderol di level Rp16.740/US$ pada perdagangan pagi ini.
(riset/aji)
No more pages






























