Frederiksen dan Nielsen akan melakukan perjalanan ke Paris untuk makan siang kerja dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu. Mereka dijadwalkan membahas isu-isu keamanan di Arktik dan pengembangan ekonomi dan sosial Greenland, "yang siap didukung oleh Prancis dan Uni Eropa," kata Istana Elysee dalam pernyataannya.
Pada Senin, Frederiksen kembali menegaskan bahwa Denmark menginginkan NATO hadir di Greenland secara permanen, serupa dengan operasi Baltic Sentry di Laut Baltik.
"Ini tidak hanya penting bagi sayap utara NATO, tetapi juga akan mengirim sinyal geopolitik yang sangat kuat kepada Rusia dan China," katanya dalam KTT energi angin di Hamburg. "Kami sedang berupaya menuju arah ini dan pada saat yang sama kami berbicara secara bilateral dengan AS mengenai isu-isu yang menjadi perhatian kami dan AS."
Pada Selasa, Merz mengatakan kepada Frederiksen bahwa "Jerman, sebagai sekutu NATO Eropa, juga akan melakukan lebih banyak demi keamanan di Kutub Utara dalam kerangka NATO. Ini adalah kepentingan transatlantik bersama," ungkap juru bicara tersebut.
(bbn)





























