Logo Bloomberg Technoz

BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Klaster Usaha UMKM


dok. BRI
dok. BRI

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk terus mempertegas perannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha produktif berbasis komunitas. Tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, BRI juga mendorong UMKM untuk tumbuh secara kolektif dalam ekosistem usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pendekatan kolektif ini dinilai penting untuk menjawab tantangan UMKM yang kerap dihadapkan pada keterbatasan skala usaha, akses pasar, serta kapasitas produksi. Dengan membangun usaha berbasis komunitas, BRI berupaya menciptakan sinergi antar pelaku usaha agar mampu saling menguatkan di tingkat lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan Klaster Usaha dalam program Klasterku Hidupku. Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan kelompok usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan sektor produksi, karakteristik wilayah, serta kedekatan sosial antarpelaku usaha.

Melalui pendekatan klaster, pelaku UMKM tidak hanya beroperasi secara individual, tetapi juga terhubung dalam satu rantai nilai yang saling melengkapi. Pola ini diharapkan dapat mendorong efisiensi produksi, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

Hingga akhir tahun 2025, BRI tercatat telah membina sebanyak 42.682 Klaster Usaha di berbagai daerah di Indonesia. Pembinaan tersebut didukung oleh 3.001 kegiatan pemberdayaan yang mencakup pelatihan usaha serta dukungan sarana dan prasarana produksi.

Kegiatan pemberdayaan tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan masing masing klaster. Dengan pendekatan yang kontekstual, BRI berupaya memastikan bahwa intervensi yang dilakukan benar benar relevan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja usaha pelaku UMKM.

Fokus utama pembinaan diarahkan pada sektor sektor yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian daerah. Strategi ini sejalan dengan peran BRI sebagai agent of development yang mendorong penguatan ekonomi riil dari tingkat akar rumput.

Dari total klaster yang diberdayakan, sebanyak 82,36 persen merupakan klaster sektor produksi. Sementara itu, sisanya 17,64 persen berasal dari sektor non produksi yang juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Dominasi klaster sektor produksi mencerminkan strategi BRI dalam memperkuat basis ekonomi riil nasional. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dalam pembinaan klaster dengan porsi mencapai 48,05 persen dari total klaster produksi yang ada.

Sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menyerap tenaga kerja di daerah. Melalui penguatan klaster pertanian, BRI berharap produktivitas dan nilai tambah usaha petani dapat terus meningkat.

Pendampingan Terintegrasi Dorong UMKM Naik Kelas

dok. BRi

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa program Klasterku Hidupku dirancang sebagai pendekatan pemberdayaan yang mendorong UMKM naik kelas. Program ini secara khusus menyasar pelaku usaha sektor produksi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurut Akhmad, penguatan klaster tidak hanya bertujuan menghubungkan pelaku usaha dengan akses permodalan. Lebih dari itu, BRI membangun ekosistem usaha yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, peningkatan skala produksi, serta penguatan daya saing di tingkat lokal.

“BRI berkomitmen untuk mendampingi UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha. Pendampingan ini kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster. Dengan pendekatan tersebut, BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya,” ujar Akhmad Purwakajaya.

Pendampingan yang dilakukan BRI mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga peningkatan kualitas produk. Pelaku UMKM juga didorong untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi agar dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Selain itu, BRI juga memperkuat jejaring antar klaster agar pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman dan peluang. Dengan jejaring yang kuat, UMKM diharapkan mampu menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Sejalan dengan penguatan klaster usaha, BRI terus memperluas inklusi keuangan di tingkat komunitas. Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster yang dibina, sebanyak 87,7 persen telah memiliki rekening di BRI.

Mayoritas anggota klaster tersebut juga telah terhubung dengan akses pembiayaan BRI untuk mendukung pengembangan usahanya. Akses pembiayaan yang disertai pendampingan dinilai menjadi kombinasi penting dalam mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Program Klasterku Hidupku menjadi bagian dari strategi BRI dalam menaikkelaskan nasabah eksisting. Melalui program ini, BRI tidak hanya mendorong peningkatan skala usaha, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis UMKM di tengah dinamika ekonomi.

Inisiatif Klasterku Hidupku melengkapi berbagai program pemberdayaan BRI lainnya, seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM. Seluruh program tersebut dirancang secara terpadu untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi, BRI optimistis klaster usaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Penguatan UMKM melalui klaster diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta memperkuat ekonomi kerakyatan nasional.