Ia menjelaskan, vaksinasi influenza lebih dianjurkan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, penderita penyakit penyerta, tenaga kesehatan, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah, guna mencegah komplikasi berat akibat infeksi influenza.
Aji menegaskan bahwa virus Influenza A(H3N2) subclade K bukan virus baru dan termasuk dalam kategori influenza musiman yang beredar setiap tahun. Selain itu, tren kasus influenza di Indonesia saat ini juga dilaporkan terus menurun.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan perkembangan super flu di Indonesia. Terhitung, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 dan tersebar di 13 provinsi dengan 74 kasus.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap 204 spesimen influenza A(H3N2), temuan kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Kedua provinsi tersebut masing-masing menyumbang 18 kasus dari total temuan nasional.
Sebaran Kasus Super Flu di 13 Provinsi:
1. Jawa Timur, 18 kasus
2. Kalimantan Selatan, 18 kasus
3. Jakarta, 11 kasus
4. Jawa Barat, 10 kasus
5. Sumatera Selatan, 5 kasus
6. Sumatera Utara, 3 kasus
7. Bali, 2 kasus
8. Nusa Tenggara Timur, 2 kasus
9. Jawa Tengah, 1 kasus
10. Nusa Tenggara Barat, 1 kasus
11. Sulawesi Selatan, 1 kasus
12. Sulawesi Utara, 1 kasus
13. Yogyakarta, 1 kasus
(dec/spt)





























