Logo Bloomberg Technoz

Oleh karena itu, saat ini KDMP harus membayar secara tunai ketika ingin menyalurkan beras SPHP. Adapun pada periode yang sama, terdapat 464 KDMP yang aktif melakukan pemesanan dengan Bulog. Padahal, terdapat 2.683 titik KopDes/Kel Merah Putih yang sudah tergabung dengan Bulog.

Ke depan, Bulog memastikan akan terus melakukan pendampingan agar KDMP dapat berkembang dan berperan sebagai distribusi pangan nasional. KDMP juga diminta berkomunikasi dengan Perum Bulog. 

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar koperasi dapat tumbuh dapat tumbuh menjadi pilar distribusi pangan yang andal ke depan,” imbuhnya. 

“Pada prinsipnya Bulog siap mendukung dan mendorong sepanjang masing-masing koperasi itu meminta kepada kami karena tidak semuanya minta ke kami.”

Di sisi lain, Rizal juga menyebut keterbatasan modal kerja koperasi menjadi salah satu faktor yang menahan laju transaksi penjualan dalam program KDMP. 

Rizal mengatakan progres penjualan Bulog kepada KopDes/Kel Merah Putih per 19 Januari 2026 tercatat mencapai Rp7,2 miliar. Angka tersebut melanjutkan capaian penjualan pada akhir 2025 yang telah menembus Rp61,3 miliar. Namun, Rizal menyebut KDMP masih terkendala dalam aspek pendanaan, yakni keterbatasan modal kerja. 

Jika diperinci, per 19 Januari 2026, transaksi penjualan Perum Bulog ke KopDes/Kel Merah Putih terdiri atas beras SPHP kuantum 499 ton senilai Rp5,54 miliar, minyak goreng kuantum 100 kiloliter senilai Rp1,46 miliar, beras premium kuantum 11 ton sebesar Rp154 juta, gula kuantum 4,9 ton senilai Rp83 juta, serta komoditi lain senilai Rp5,6 juta. 

(ain)

No more pages