"Tidak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Menurut Anda gimana? Ada yang aneh kan? Anda tanya ke bank sentral," tutur dia.
"Saya pikir mereka percaya fondasi ekonomi kita baik. Mungkin juga semakin melemah rupiah-nya mereka masuk. Kenapa? Dia bisa dapat capital gain dan forex gain nanti ketika rupiah bergerak sejalan dengan fundamentalnya."
Rupiah pada penutupan perdagangan spot Selasa (20/1/2026) kemarin berada di posisi Rp16.950/US$. Ini menjadi posisi penutupan terlemah rupiah di pasar spot dalam sejarah Indonesia merdeka.
Begitu juga di pasar offshore, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) rupiah dihargai Rp16.995/US$, susut sebanyak 0,14%.
Di sisi lain IHSG pada Selasa kemarin justru kembali mencetak rekor tertinggi atau all time high hingga sempat menyentuh level 9.155 atau naik 0,24%. Pada pembukaan hari ini, Rabu (21/1/2026), IHSG juga masih bertahan di atas 9.000 meski mengalami penurunan 1,44%.
(ibn/roy)



























