Logo Bloomberg Technoz

Lisensi yang lebih luas ini diharapkan dapat mempercepat pengosongan pelabuhan dan tangki penyimpanan di Venezuela. Hal ini juga memungkinkan beberapa sumur minyak yang sebelumnya ditangguhkan untuk mulai beroperasi kembali secara bertahap. Vitol sendiri baru-baru ini dilaporkan telah memuat kargo pertamanya dari tangki penyimpanan darat.

Presiden AS Donald Trump tengah berupaya merangkul perusahaan-perusahaan minyak Amerika untuk membangkitkan kembali produksi minyak mentah Venezuela. Meski demikian, para pemimpin industri dan analis memperingatkan bahwa peningkatan produksi yang signifikan akan memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan investasi hingga puluhan miliar dolar. Namun, aliran keluar minyak yang lebih cepat dari negara tersebut dianggap dapat membantu menghidupkan kembali sumur-sumur pompa yang ada, meski dengan infrastruktur yang terbatas.

Ekspor minyak mentah, yang merupakan sumber pendapatan utama Venezuela, mulai merosot beberapa minggu sebelum Maduro ditangkap. Penurunan ini terjadi karena perusahaan-perusahaan "gelap" yang biasanya mengirimkan kargo ke pasar Asia mulai mundur seiring dengan kehadiran angkatan laut AS yang masif dan serangkaian penyitaan kapal tanker.

Sebelumnya, Venezuela sangat bergantung pada kapal tanker "armada gelap" (dark-fleet) untuk mengekspor minyaknya, terutama ke pasar China untuk jenis minyak kaya bitumen seperti Merey. Satu-satunya pengecualian adalah Chevron Corp, perusahaan yang memegang lisensi resmi AS untuk memompa minyak di sana.

Kini, kargo minyak Venezuela mulai menjangkau destinasi yang lebih luas, termasuk ke India dan kilang-kilang di pesisir Teluk AS. Di saat yang sama, AS terus menindak tegas armada gelap global, dengan menyita satu lagi kapal tanker minyak pada minggu lalu. Hingga saat ini, total sudah enam kapal yang disita dalam waktu sebulan terakhir, baik sebelum maupun sesudah penangkapan Maduro.

(bbn)

No more pages