Pasca viralnya video tersebut, pihak SPPG melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) di lapangan. Hasil mediasi menyepakati penyelesaian secara musyawarah dan memastikan situasi kembali kondusif.
“Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah sepakat untuk berdamai agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” kata Ageng.
Ia menambahkan, ke depan SPPG akan memperkuat sosialisasi kepada orang tua murid terkait mekanisme distribusi menu MBG. Evaluasi internal juga dilakukan sebagai bagian dari perbaikan pelaksanaan program.
Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah, dalam mediasi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG. Ia menyebut unggahan video oleh wali murid memicu kesalahpahaman karena menyebut menu kering tersebut sebagai jatah dua hari.
"Sebelumnya kami mohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari. Video tersebut dinarasikan dua hari, padahal kenyataan untuk satu hari, dan hal ini sudah kami komunikasikan," jelas Azizah.
Sebagai bentuk tanggung jawab, wali murid yang sempat mengunggah video telah melakukan klarifikasi ulang di media sosial. Pihak SPPG juga memberikan tambahan menu pengganti serta melakukan pemesanan ulang guna memastikan hak peserta didik tetap terpenuhi.
(dec)






























