Adapun layanan Non-BRT dan Rusun yang terdampak penghentian sementara meliputi 12A, 12B, 12C, 12P, 14A, 14B, 1A, 1W, 2B, 3B, 3C, 3D, 3E, dan 9F.
Selain penghentian layanan, Transjakarta juga menerapkan perpendekan rute pada beberapa koridor. Untuk layanan BRT, Koridor 10 hanya melayani rute Tanjung Priok–PGC arah Cempaka Putih, Koridor 5 melayani rute Kampung Melayu–Jembatan Merah, serta Koridor 9 mengalami penyesuaian akibat genangan di kawasan Kali Grogol dan Jembatan Tiga. Pada layanan Non-BRT/Rusun, rute 2H beroperasi hingga Bus Stop Honda Letjen Suprapto.
Sementara itu, pengalihan rute juga diberlakukan pada sejumlah layanan Mikrotrans, antara lain JAK.02, JAK.07, JAK.08, JAK.09, JAK.100, JAK.102, JAK.17, JAK.30, JAK.37, JAK.40, JAK.41, JAK.56, JAK.58, JAK.71, JAK.85, dan JAK.86, serta layanan Non-BRT/Rusun 5M.
“Kami akan terus memperbarui informasi segera setelah jalur dapat dilalui kembali secara normal,” ujar Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan resminya, Minggu (18/1/2026).
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan kembali jadwal serta rute perjalanan selama gangguan berlangsung. Pelanggan juga diminta memantau informasi layanan terkini secara real time melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun akun media sosial resmi Transjakarta.
(ell)




























