Logo Bloomberg Technoz

Dukungan ini muncul di tengah kondisi tekanan politik terhadap The Fed dan kekhawatiran akan hilangnya independensi bank sentral AS. Sebab, sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, apa yang terjadi di bank sentral AS akan merambat ke seluruh sistem keuangan global. 

Pernyataan ini diteken oleh masing-masing pemimpin bank sentral. Di antaranya, Chistine Lagarde dari Bank Sentral Eropa, Andrew Bailey Gubernur Bank Sentral Inggris, Erik Thedéen dari Bank Sentral Swedia, Christian Kettel Thomsen dari Bank Sentral Denmark, Martin Schlegel dari Bank Sentral Swiss, Ida Wolden Bache dari Bank Sentral Norwegia, Ásgeir Jónsson dari Bank Sentral Islandia, Michele Bullock dari Bank Sentral Australia, Tiff Macklem dari Bank Sentral Kanada, Chang Yong Rhee dari Bank Sentral Korea Selatan, dan Anna Breman dari Bank Sentral Selandia Baru. 

Kemudian dari negara berkembang turut serta Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI), Gabriel Galípolo dari Bank Sentral Brasil, dan Lesetja Kganyago dari BankSsentral Afrika Selatan.

Selain kepala bank sentral ada François Villeroy de Galhau, Ketua Dewan Direksi the Bank for International Settlements, dan Pablo Hernández de Cos mantan kepala Bank Sentral Spanyol periode 2018-2024, kini menjabat General Manager the Bank for International Settlements, juga menyatakan dukungan kepada Powell.

Aksi kolektif para pemimpin bank ini menjadi menarik lantaran bank sentral negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Brasil, dan Afrika Selatan juga ikut terlibat. Sehingga, publik dapat menangkap sinyal jelas bahwa independensi bank sentral adalah kepentingan global, bukan hanya membawa kepentingan negara baju. 

Ada beberapa bank sentral negara seperti Inggris dan India yang belum menyatakan dukungannya. Namun surat pertanyaan yang ditulis pada Senin (11/1/2026) itu menyertakan catatan bahwa bank sentral lainnya dapat ditambahkan dalam daftar penandatanganan di kemudian hari. 

(riset/aji)

No more pages