Data historis mencatat, setiap bulan Januari memberikan yield rata-rata yang moderat untuk Bitcoin, kemudian di Februari cenderung lebih kuat — pola musiman yang diyakini beberapa trader dapat memperkuat ekspektasi bullish.
Aset kripto paling berharga kembali jadi buruan, bersama Ether dengan pasar secara teratur meninggalkan altcoin dengan nilai keluar dana mencapai Rp675 triliun.
“Kenaikan Bitcoin ini didorong oleh pembelian spot,” analis kripto Will Clemente menuliskan lewat unggahan di media sosial X, dikutip Rabu.
Yup https://t.co/xsGuDnU10u pic.twitter.com/lxtQP9iX4A
— Will (@WClementeIII) January 13, 2026
Data derivatif memperlihatkan bahwa lebih dari US$269 juta posisi short Bitcoin dilikuidasi saat BTC menembus level resistensi kunci. Secara regular, likuidasi relatif memperkuat pergerakan naik karena mendorong para trader membeli kembali posisi mereka di harga pasar. Hal tersebut menciptakan pola feedback sehingga mengeskalasi harga, utamanya saat permintaan spot tetap kuat.
Sempat mengalami tekanan imbas pasar merespons data ekonomi AS terupdate yang lebih kuat, Bitcoin diproyeksi akan lebih melaju pasca area psikologis US$95.000 dapat ditembus, kata Jake Ostrovskis, kepala perdagangan OTC di Wintermute.
Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Suram untuk Aset Kripto, Bitcoin Ikutan Jatuh
Ostrovskis mengatakan pembelian sistemik akan kembali terbuka dan membawa Bitcoin menuju harga enam digit. “Penembusan berkelanjutan di atas US$95.000 kemungkinan besar menjadi refleksif,” kata Ostrovskis dilaporkan Bloomberg News, dikutip Rabu.
Sementara itu, pemulihan Bitcoin secara luas terpantau telah terjadi saat investor menunggu keputusan Washington terkait tarif. Pada trader juga menyimak kabar gonjang-ganjing pergantian pimpinan bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed.
Ketidakpastian yang melanda, termasuk perkembangan regulasi kripto dari Amerika Serikat (AS) membuat pergerakan BTC stagnan, tecermin dari laju dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). “Kami melihat konsolidasi usai reli klasik setelah awal yang kuat Bitcoin pada 2026,” papar Ostrovskis.
Meski tengah reli, sentimen di pasr kripto keseluruhan belum berbalik secara signifikan ke arah bullish. Tetap waspadai pola yang berbalik arah meski kini Crypto Fear & Greed Index bercokol di posisi netral atau 52.
(far/wep)































