Setelah memperhitungkan biaya IPO senilai Rp19,4 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan tercatat sebesar Rp2,35 triliun.
Berdasarkan prospektus IPO, perseroan merencanakan penyaluran dana sebesar Rp871,8 miliar kepada CSI dan MIM. Sebagian dana yang diterima CSI selanjutnya akan disalurkan kembali kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI). Dana tersebut digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional.
Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp1,48 triliun dialokasikan sebagai setoran modal kepada CSP, yang kemudian akan diteruskan kepada PT Chandra Cilegon Port (CCP). Dana tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan tangki penyimpanan, pipa penyalur ethylene, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dengan realisasi penggunaan dana hingga akhir 2025 tersebut, CDIA masih memiliki sisa dana IPO sekitar Rp1,15 triliun. Dana tersebut ditempatkan di Bank DBS Indonesia dalam bentuk rekening giro dengan tingkat suku bunga sebesar 4,75% per tahun.
Obligasi TPIA
Pada saat yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Obligasi tersebut mulai tercatat dan dapat diperdagangkan di BEI sejak 14 Januari 2026.
Pencatatan ini didasarkan pada surat PT Chandra Asri Pacific Tbk nomor CAP/TRY-154/I/2026 tertanggal 2 Januari 2026 serta surat BEI nomor S-00152/BEI.PP1/01-2026 tertanggal 6 Januari 2026.
Obligasi Berkelanjutan V Tahap I diterbitkan dengan nilai pokok sebesar Rp1,5 triliun, sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana penghimpunan maksimal Rp6 triliun.
Seluruh obligasi memperoleh peringkat idAA- dari PEFINDO, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri, masing-masing dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu berbeda. Seri A memiliki nilai pokok Rp150 miliar dengan bunga 6,50% per tahun dan tenor tiga tahun.
Seri B diterbitkan sebesar Rp350 miliar dengan bunga 7,00% per tahun dan jangka waktu lima tahun. Sementara Seri C memiliki nilai terbesar sebesar Rp1 triliun dengan bunga tetap 7,50% per tahun dan tenor tujuh tahun.
Tanggal emisi obligasi ditetapkan pada 13 Januari 2026, dengan jatuh tempo masing-masing seri pada 13 Januari 2029 untuk Seri A, 13 Januari 2031 untuk Seri B, dan 13 Januari 2033 untuk Seri C.
Seluruh obligasi ditawarkan dengan harga 100% dari nilai pokok dan menggunakan skema pelunasan penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan (triwulanan) sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 13 April 2026, sementara pembayaran bunga terakhir dilakukan bersamaan dengan tanggal pelunasan pokok masing-masing seri.
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan, baik bergerak maupun tidak bergerak, sesuai ketentuan Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
(dhf)































