Untuk PTRO, dinamika tersebut diperkirakan dapat mendorong harga saham ke kisaran Rp14.350 hingga Rp15.000 sebelum proses inklusi formal. Henan Putihrai menilai ruang kenaikan masih terbuka, mengingat potensi tambahan arus dana dari inklusi FTSE, meningkatnya pengakuan investor institusional, serta membaiknya likuiditas perdagangan saham.
Secara keseluruhan, inklusi ganda MSCI dan FTSE diperkirakan berpotensi membuka arus dana masuk lebih dari US$300 juta, yang akan memperluas basis investor PTRO sekaligus meningkatkan sensitivitas harga saham terhadap permintaan pasar. Sejalan dengan prospek tersebut, Henan Putihrai Sekuritas menaikkan target harga PTRO menjadi Rp16.000.
Sebagai informasi, MSCI merupakan penyedia indeks global yang banyak dijadikan acuan oleh manajer investasi internasional, khususnya dana pasif dan reksa dana berbasis indeks. Masuknya saham ke dalam MSCI Standard Index umumnya diikuti arus dana otomatis dalam jumlah besar karena investor global menyesuaikan portofolio agar sejalan dengan komposisi indeks tersebut.
Sementara itu, FTSE Russell adalah penyedia indeks global asal Inggris yang juga banyak digunakan oleh investor institusional di berbagai kawasan. Inklusi saham ke dalam indeks FTSE dinilai dapat memperluas jangkauan investor global dan meningkatkan likuiditas perdagangan, serta kerap berfungsi sebagai katalis lanjutan setelah MSCI dalam siklus peninjauan indeks.
(ain)





























