Melemahnya IHSG merupakan efek secara langsung dari kejatuhan sejumlah saham seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang amblas 7% dan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang jatuh 5%. Bersama dengan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2%.
Berikut di antaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (13/1/2026)
- Bumi Resources Minerals (BRMS) mengurangi 9,74 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 9,28 poin
- Bumi Resources (BUMI) mengurangi 7,81 poin
- Barito Pacific (BRPT) mengurangi 5,75 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) mengurangi 5,28 poin
- Darma Henwa (DEWA) mengurangi 4,42 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 3,13 poin
- Bayan Resources (BYAN) mengurangi 2,41 poin
- Bukit Uluwatu Villa (BUVA) mengurangi 2,19 poin
- Garuda Indonesia (GIAA) mengurangi 1,97 poin
Adapun saham–saham LQ45 lainnya juga jadi penyebab pelemahan IHSG. Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) jatuh 3,29%, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) terpeleset 3,08%, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga melemah 2,29%.
Saham LQ45 potensial lainnya turut jadi pemberat IHSG adalah PT XLSmart Tbk (EXCL) ambruk 2,1%, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melemah 1,3%, dan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) juga terjebak di zona merah dengan koreksi 1%.
Momentum Teknikal
Analis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG secara teknikal, pembentukan histogram positif pada MACD terus mengecil dan stochastic RSI membentuk death cross di overbought area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah menuju level 8.875-8.850 pada perdagangan Sesi II hari ini,” terang Phintraco dalam riset hariannya.
IHSG kembali melemah akibat aksi profit taking emiten konglomerasi, seiringan juga menjelang tutupnya libur panjang pekan ini.
Melansir riset Panin Sekuritas, indikator MA–50 sekaligus Lower Parallel Channel di level 8.562-8.660 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG.
(fad/aji)



























