Logo Bloomberg Technoz

“Sebentar lagi aja karena sudah final [peta jalannya]. Terus mungkin nanti Kepmen E5 atau E10 saya enggak tahu ya, tetapi roadmap-nya sudah kita [susun],” kata Eniya ditemui awak media, di kantor Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).

Cukai Etanol

Eniya juga memastikan pemerintah tengah membahas pembebasan pengenaan cukai untuk bioetanol dengan mekanisme yang lebih mudah.

Terlebih, saat ini, kata Eniya, fasilitas pembebasan cukai etanol memerlukan sejumlah persyaratan termasuk harus mencantumkan izin usaha industri (IUI) yang diterbitkan Kementerian Perindustrikan (Kemenperin).

Nah, ini sedang kita bahas apakah kita nanti perbaikan Perpres [Nomor] 40 [Tahun 2023]; itu memasukkan tentang relaksasi cukai [atau tidak],” tegasnya.

Sebelumnya, Bahlil sempat menargetkan mandatori bensin bauran etanol nabati 10% atau bioetanol E10 dapat berlaku pada 2027.

Menurut Bahlil, mandatori E10 mesti dipercepat agar Indonesia bisa segera lepas dari ketergantungan impor bensin. Saat ini, lanjutnya, pemerintah tengah mempersiapkan lini waktu yang memungkinkan untuk implementasi mandatori bioetanol 10% tersebut.

“Sekarang lagi dilakukan kajian; apakah mandatori ini dilakukan 2027 atau 2028 atau tahun berapa. Menurut saya, [hal] yang kita lagi desain, kelihatannya paling lama 2027 ini sudah bisa berjalan, karena E10 adalah bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi impor bensin,” tutur Bahlil ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025) malam.

Menurut hitung-hitungan Kementerian ESDM, kebutuhan bioetanol untuk menjalankan program mandatori E10 itu sekitar 1,2 juta kiloliter.

Adapun, Asosiasi Produsen Spiritus dan Etanol Indonesia (Apsendo) mengungkapkan kapasitas produksi pabrik pengolahan tetes tebu (molase) menjadi bioetanol di Indonesia tercatat sebesar 303.000 kiloliter (kl).

Pada 2024 hanya sebesar 172.000 kiloliter (kl) yang diproduksi dan 99% diantaranya dimanfaatkan untuk kebutuhan kosmetik, farmasi, dan sektor pangan dalam negeri.

Sementara itu, Apsendo menjelaskan saat ini kapasitas produksi bioetanol fuel grade baru mencapai 70.000 kl.

Empat pabrik bioetanol berada di Pulau Jawa dengan kapasitas 50.500 kl dan satu pabrik lainnya berada di luar Pulau Jawa dengan kapasitas produksi 20.000 kl.

(azr/wdh)

No more pages