Jepang Kecam Pembatasan Dagang China Terkait Isu Taiwan
News
07 January 2026 15:50

Alastair Gale, Yoshiaki Nohara dan Josh Xiao - Bloomberg News
Bloomberg, Pejabat pemerintah Tokyo melayangkan protes keras terhadap Beijing atas kebijakan pembatasan perdagangan yang mengancam lebih dari 40% ekspor China ke Jepang. Langkah ini menandai eskalasi serius dalam sengketa antara dua kekuatan ekonomi terbesar di Asia tersebut.
Kementerian Luar Negeri Jepang telah melayangkan protes resmi kepada Wakil Kepala Perwakilan Diplomatik China, Shi Yong, tak lama setelah Beijing mengumumkan kontrol ekspor pada Selasa (6/1). Kebijakan ini menyasar barang-barang tujuan Jepang yang dianggap memiliki potensi penggunaan militer.
Estimasi kasar menunjukkan bahwa barang-barang "dwiguna" (dual-use items) yang diimpor Jepang dari China mencapai ¥10,7 triliun (setara Rp1.144 trliun). Menurut Takahide Kiuchi, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, angka tersebut mencakup sekitar 42% dari total impor barang Jepang dari China pada tahun 2024.
“Tindakan ini hanya menargetkan negara kami dan menyimpang jauh dari praktik internasional,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, kepada wartawan. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dapat diterima. “Kami berniat untuk memeriksa dan menganalisis detailnya secara cermat serta mempertimbangkan respons yang diperlukan,” tambahnya.






























