Logo Bloomberg Technoz

Hyundai berencana memproduksi massal hingga 30.000 robot per tahun di fasilitas baru di AS, sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan robotika. 

Apa yang disampaikan Hyundai datang setelah Executive Chair Chung Euisun mengatakan dalam pidato Tahun Baru bahwa perusahaannya perlu mengadopsi teknologi AI terdepan untuk menghindari tertinggal dari para rivalnya.

Industri otomotif telah berada di garis depan upaya untuk mengotomatisasi lebih banyak proses di lini perakitan guna mengurangi biaya tenaga kerja dan meningkatkan keselamatan pekerja. Dengan AI, produsen mobil melihat peluang untuk menciptakan aliran pendapatan baru dan meningkatkan pengalaman berkendara bagi pengemudi melalui inovasi seperti operasi tanpa tangan. 

Produsen mobil listrik China, Xpeng Inc., tahun lalu memamerkan robot humanoid Iron-nya dengan antusiasme besar dan lonjakan harga saham. Tesla Inc. sedang mengembangkan robot Optimus, yang menurut Elon Musk berpotensi menjadi “produk terbesar sepanjang masa” dan pada akhirnya akan menyumbang 80% dari nilai Tesla.

Toyota Motor Corp. juga memiliki program robotika canggih, yang pada 2024 berkolaborasi dengan pesaing Hyundai untuk mempercepat pengembangan robot humanoid menggunakan AI.

Robot telah lama digunakan dalam berbagai tugas sederhana seperti pengelasan dan logistik, tetapi perusahaan kini mencari terobosan teknologi yang akan memungkinkan robot menguasai pekerjaan yang lebih rumit.

Perkembangan pesat AI mendorong optimisme terhadap sektor ini, dengan Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan pasar robot humanoid akan mencapai US$38 miliar pada 2035, sementara Morgan Stanley memperkirakan sektor ini akan mencapai $5 triliun pada 2050 — saat itu mungkin ada lebih dari 1 miliar robot humanoid yang digunakan.

Hyundai mengatakan bahwa mereka “mengharapkan robot humanoid menjadi segmen terbesar di pasar AI fisik di masa depan dan telah menetapkan target untuk memproduksi massal model produk Atlas, serta mengerahkan unit-unit tersebut secara besar-besaran di berbagai lokasi industri sebagai robot humanoid yang siap produksi.”

Pabrikan mobil tersebut meluncurkan Laboratorium Robotika pada tahun 2019, kemudian dua tahun kemudian mengakuisisi Boston Dynamics — yang telah meraih kesuksesan komersial dengan anjing penjaga robot bernama Spot dan lengan robot mobile bernama Stretch untuk pengisian ulang gudang. 

Perusahaan Korea Selatan ini berencana untuk menginvestasikan 125 triliun won atau sekitar US$86 miliar di Korea Selatan selama lima tahun ke depan dalam bidang kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi baru lainnya, serta US$26 miliar di Amerika Serikat hingga tahun 2028.

Hyundai juga berencana memperkuat kemitraan strategis dengan Nvidia Corp., memanfaatkan teknologi raksasa chip tersebut untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan efisiensi. Kedua perusahaan menandatangani kesepakatan pada Oktober untuk membangun kluster AI fisik senilai US$3 miliar di Korea Selatan.

(bbn)

No more pages