Logo Bloomberg Technoz

Rencananya mencakup "jalur keluar dari Teheran jika mereka merasa perlu melarikan diri," serta termasuk "mengumpulkan aset, properti di luar negeri, dan uang tunai untuk memfasilitasi perjalanan aman mereka," seperti diberitakan oleh surat kabar tersebut.

Berdasarkan data terbaru dari kelompok pemantau yang berbasis di AS, setidaknya 35 orang tewas dalam demonstrasi tersebut. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) mengatakan empat anak termasuk di antara korban tewas dan lebih dari 1.200 orang ditahan selama protes yang berlangsung sepekan.

Protes meletus dipicu oleh amblasnya mata uang rial, sejumlah demonstran menyerukan penggulingan Ayatollah. Senin malam, kantor berita semi-resmi Fars, yang memiliki hubungan dekat dengan paramiliter Korps Garda Revolusi (IRGC), melaporkan sekitar 250 petugas polisi dan 45 anggota pasukan sukarelawan Basij IRGC terluka dalam unjuk rasa tersebut.

Upaya Teheran untuk meredam gelombang demonstrasi anti-pemerintah sejauh ini gagal, dan kini semakin rumit akibat ancaman Donald Trump untuk campur tangan mendukung para demonstran.

Namun, demo tersebut belum mencapai skala kerusuhan yang melanda Iran pada 2022-2023 atas kematian Mahsa Amini, perempuan muda yang meninggal dalam tahanan polisi moral Iran karena diduga melanggar hukum hijab.

Unjuk rasa tersebut dengan cepat meluas dari isu ekonomi ke rasa frustrasi. Sejumlah demonstran meneriakkan "Hancurkan Republik Islam" atau "Matilah diktator," merujuk pada Khamenei.

Pihak berwenang mengatakan protes masalah ekonomi legal dan akan ditanggapi dengan dialog, tetapi pasukan keamanan bereaksi brutal. Kelompok hak asasi manusia menuduh mereka melakukan "penyerangan terhadap warga sipil tanpa pandang bulu."

Kesenjangan yang semakin lebar antara rakyat Iran biasa dan elite ulama serta keamanan yang memiliki hak istimewa, ditambah dengan salah urus, inflasi tinggi, dan korupsi, memicu kemarahan publik.

Presiden Masoud Pezeshkian telah mendesak dialog dan menjanjikan reformasi untuk menstabilkan sistem moneter dan perbankan serta melindungi daya beli.

(ros)

No more pages